Jumat, 16 Oktober 2009

Mie Yabie ?!?!

Mie Yabie ? makanan apa sih itu ?

Di ujung gang jalan Urip Sumoharjo (sebelah kantor kami), banyak anak anak yang nggak tau, apa sih Mie Yabie itu ? apa semacam Mie Golek ? kenapa sih diributin, pake demo segala !! Masa sih orang mau jualan Mie Yabie yang asli Jepang itu ke Indonesia aja nggak boleh ?

Wah, sungguh bahaya, jika anak2 tahu mengenai Mie Yabie yang sesungguhnya. Dan bisa jadi lebih gawat dan berabe.
Karena jiwa anak2 pasti rasa ke-ingin-tahuan nya sangatlah kuat. Lambat laun mereka pasti tahu, akhirnya mencoba mencarinya....

Indonesia dengan budaya yang bermartabat, adat-istiadat ketimurannya yang sopan, sabar, dan lebih mengutamakan rasa malu, lama kelamaan akan pudar dengan ulah beberapa orang yang ingin mendulang keuntungan tanpa memperhatikan nasib/ moral masa depan anak-anak kita.

Dari pada menikmati Mie Yabie produk asli Jepang itu, sebaiknya kita menikmati yang satu, dibawah ini. Sangat menghibur dan sehat. Sesungguhnya orang yang tidak pernah tertawa, hatinya sedang sakit. Kalo Mie Yabie,...bisa bikin sakit semuanya.


Mie Yabie (baca : Miyabi)

Kamis, 15 Oktober 2009

Beli HP getar

Minggu lalu (masih dengan kang Wahyu), setelah selesai sholat dlohor di Masjid Agung Solo , saya menyempatkan diri melihat-lihat pedagang kagetan yang berjualan secara mendadak di emperan masjid.

Macam-macam sih yang dijualnya, ada kopiah, baju koko, tasbih, es buah, Handphone baru dan second, dan lain-lain dah….buanyak amat pokoknya.

Semua saya lihat dan datangi 1 per 1, karena terus terang saya tertarik dengan cara mereka memasarkan produknya. Mereka adalah sales sejati, karena memang mempunyai bakat untuk itu. Kemampuannya dalam berdiplomasipun sangat hebat untuk menarik para pembeli. Mereka ngoceh tanpa henti dan tanpa teks, yang penting harus bisa menarik perhatian orang lain.

Namun di sudut sisi sebelah kanan masjid, saya melihat ada seorang pemuda dengan wajah agak kusut menunduk lesu. Saya melihat dagangannya hanya 1 buah handphone, itupun bukan barang baru lagi. Tidak ada orang yang datang melihatnya, apalagi membelinya.

Karena kasihan, akhirnya saya mencoba mendatanginya. Sengaja, sekedar bertanya-tanya saja, agar ada peminat lainnya yang ikut datang melihat.

Saya bertanya macam-macam, dan dia mulai mengeluh karena tidak ada yang berminat membeli handphonenya. Setiap ada yang datang bertanya, dan secepat itu mereka pergi meninggalkannya. Dalam hati saya pun berpikir, “ jelas saja orang pada pergi, habis tidak ada pilihan lagi. Atau harga yang ditawarkan terlalu mahal “.

Lalu saya iseng bertanya harga handphone tersebut, “ Mas, sampeyan iku jual HP piro hargane ? ojo larang-larang mas, ben ono sing tuku ? “.

“ Saya jual hanya Rp. 50.000,- saja kok pak, tapi tetap saja tidak ada yang mau beli. Semua pembeli rata-rata tidak ada yang cocok dengan getarannya, Pak. ”

Wah, murah juga pikirku. Bagiku tidak masalah ada getarannya, justru pas sedang rapat atau di tempat keramaian, getar tersebut digunakan. Tanpa pikir panjang, saya pun membelinya tanpa menawar lagi. Saya bayarkan saja Rp. 100.000,-, lalu saya tinggalkan pemuda tersebut.

Tak lama kemudian, pemuda tersebut memanggil saya “ Pak…pak…uang kembaliannya !! “. Saya jawab, “ Wis mas, gawe sampeyan yae “. Lalu dia jawab “ Suwon, pak “, dan seyumnya merekah.

Tapi, tak lama kemudian dia memanggil lagi, “ Pak…pak…sebentar pak “, dia berlari menujuku. Saya pun bertanya “ ada apa lagi mas ? “.

“ Bapak betul tidak masalah dengan getarannya ? “. Sekali lagi kujawab “ Tidak mas, nggak apa2, emang kenapa, mas ? “.

Dia diam sejenak, terus berucap “ Ma’af pak, itu getarannya 7,6 SR “. Saya agak enggak “ ngeh “ apa maksudnya dengan 7,6 SR.

Lalu saya bertanya padanya, “ opo toh maksudmu mas 7,6 SR ? “. Dia menjawab “ 7,6 skala righter, pak “.

“ Whaaaat !!!! “....saya pun ngoceh sendiri….” Xx#GH&@^&#VJJ “…pantesan nggak ada yang mau beli…getaran itu kan sama dengan gempa di Padang….

He he he….

Salam,

HJK

Senin, 12 Oktober 2009

Semarang - Solo, Macet !!!


Hari minggu kemarin, dalam perjalanan mobil kearah Solo, saya bersama kang Wahyu mengalami kemacetan dijalanan yang sangat panjang, entah kenapa penyebabnya. Tujuan kami ke Solo, sebenarnya hanya ingin tahu/ lihat-lihat Pasar Klewer saja, dan siapa tahu ada yang cocok untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

Macetnya nggak ketulungan deh, saya pun berusaha ingin mengetahui dan mencari sumber kemacetan tersebut, sambil mengikuti rambatan antrian kendaraan yang berjalan di depannya.

Karena nggak sabaran, akhirnya saya turun dan jalan kaki menuju sumber kemacepat tersebut.

Eeeeaaalaaaahh…..Ternyata, ada barisan tentara yang sedang berlatihan baris-berbaris di tengah jalan.…patas saja lah….

Namun tak berapa lama, ada seorang pemuda berbadan tegap dan berambut cepak/ pendek datang menghampiri komandan satuan baris berbaris tadi.

Dengan suara yang berat dan tegas dia memarahi komandan tadi ,“ Anda ini bagaimana, latihan ditengah jalan !! Ada surat dari atasan tidak ? Inikan hari libur, jalan kearah Solo menjadi macet !! Jika anda tidak segera minggir, “ saya akan ambil TINDAKAN TEGAS !! “ (serunya dengan gaya arogan).

Wah, sombong amat pikir saya, mentang-mentang dari kesatuan juga.

Saya melihat, ekspresi dari Komandan satuan baris-berbaris yang baru masuk tentara itu agak takut juga melihat sikap pemuda tadi. Dengan posisi berdiri tegap dan hormat, sang komandan pun berkata cepat “ SIAP KOMANDAN “.

Akhirnya, posisi latihan berbaris agak di rapatkan ke arah trotoar, sehingga jalanan agak sedikit longgar. Dan kendaraan saya pun mulai dapat berjalan agak cepat sedikit, meskipun masih tetap merambat….tapi sudah lebih laju dari pada sebelumnya.

Tak berapa lama kemudian, kendaraan pemuda yang marah tadi melewati barisan tentara ini, lalu hormat dan mengucapkan terima kasihnya pada sang komandan.

Masih dengan posisi berdiri siap dan hormat, sang komandan pun berkata cepat “ SIAP HATI-HATI DIJALAN KOMANDAN “.

Wah sok amat orang itu tadi, ya. Dan saya masih berdiri di samping barisan tentara sambil melihat pemandangan kemacetan yang agak panjang, sementara kendaraan saya masih jauh dibelakang.

Setelah kendaraan itu melintasi barisan tentara tadi, pemuda tersebut turun dari kendaraan dan menyalami sang komandan, lalu berkata, “ Bekerja yang baik dan lanjutkan “.

Lalu dijawab “ Siap Ndan “ dan bertanya pada pemuda tadi “ Ma’af Ndan, kalo saya tadi tidak minggir, komandan akan ambil tindakan tegas apa untuk saya ? “.

Sahut pemuda tadi, “ Kalo bapak tidak minggir, saya akan ambil tindakan tegas, - “” Saya yang akan minggir dan tetap mengikuti antrian dibelakang mobil yang lainnya “”. Lalu pemuda tersebut pergi meninggalkannya.

Sang komandan ; “ GRrr-XC@#$%&^MB%^## “ (ngomel ngoceh nggak jelas ngomong apa, karena ternyata pemuda tersebut bukan dari kesatuan/ angkatan lainnya)

H h h….kaciaaaaan deh luu….


Salam,

HJK

Minggu, 11 Oktober 2009

Gempa lagi !!

Bulan Gempa tanpa henti.

Setelah Kota Padang luluh lantak diterjang gempa, hari ini terdengar lagi gempa di Gunung Sitoli, Sumatera Utara berkekuatan 5,4 SR.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan, gempa tersebut tidak akan menimbulkan gelombang tsunami.

Berdasarkan situs BMKG, gempa tepatnya terjadi pukul 07.59 WIB, Minggu (11/10/2009). Lokasinya terletak di koordinat 0.28 LU - 97.29 BT dengan kedalaman 41 KM.

Pusat gempa berada di 117 km Barat Daya Gunung Sitoli, Sumatera Utara, 134 km Barat Laut Tanah Masa, 229 km Barat Daya Singkil baru, NAD dan 231 km Barat Daya Sibolga, Sumut.

Hmmm…..Peristiwa demi peristiwa telah terjadi dan akan terus terjadi jika kita tidak lagi mensyukuri nikmat yang sudah diberikan oleh-Nya.

Ingat, sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Kita harus yakin itu, karena dalam al-Qur’an surat Al Insyiraah, kalimat itu diulang sampai 2 kali, agar kita menjadi tabah dan iklas menerimanya.

  • "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S Al Insyiraah: 5-6).

Ya, bersyukur dan tetap bersyukur apapun itu kondisinya.

Karena Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an : “ Barang siapa yang bersyukur atas nikmatKu, maka akan aku tambahkan rizki-Ku kepadamu. Namun barang siapa yang mengingkarinya, sesungguhnya azab-Ku amatlah pedih “.

Semoga hati ini dapat selalu tunduk dan bersujud kepadaNya. Senantiasa bersyukur atas semua nikmat, karunia dan rizki yang diberikan kepada kita. Karena pada hakikatnya, semua ini adalah milik-Nya. Yang sewaktu-waktu bisa saja Allah mengambilnya dari kita, tanpa diberitahu terlebih dahulu.

Dalam menjalani hidup, yang paling baik adalah bermanfa’at buat orang lain. Dan sebenarnya cukup gampang saja sih, gunakan saja aji mumpung.

Saya-pun demikian kok ;

  1. Mumpung masih muda, jadi gunakan masa mudamu sebelum masa tua-mu tiba,
  2. Mumpung masih sehat, jadi gunakan masa sehatmu sebelum masa sakit-mu tiba,
  3. Mumpung masih lapang, jadi gunakan masa lapangmu sebelum masa sibuk-mu tiba;
  4. Mumpung masih berada (kaya), jadi gunakan masa berada-mu (kaya) sebelum jatuh miskin-mu tiba; dan
  5. Mumpung masih hidup, jadi gunakan masa hidup-mu sebelum datang ajal/ mati pada diri kita.

Tentunya, kesemuanya harus dijalankan dalam sikap, perilaku dan pemikiran yang positif. Sehingga kita dapat menjadi manusia yang berguna dan bermanfa’at bagi orang lain.

Salam,

HJK

Rabu, 16 September 2009

Perang Tanpo Wadyahala

Menahan lapar ?!?!….hmmm…nggak ada masalah…

Menahan haus ?!?!….hmmm…nggak ada masalah juga…

Menahan syahwat ?!?!….hmmm…yang ini juga nggak ada masalah…

Menahan Amarah ?!?!….wah…ini kelihatannya agak berat…

Bekerja di proyek, memang selalu berhubungan dengan para mitra kerja yang sangat beragam, baik dari tingkah laku, latar belakang, karakter dll. Ada yang mau menerima jika diperintah, namun ada juga yang banyak mencari alasan yang sebenarnya mereka enggan melaksanakannya. Sehingga terkadang dalam suasana lapangan yang cukup terik dan panas, kerap sekali terlontar kalimat yang membuat mereka merah padam. Dan akhirnya, mungkin mereka dengan terpaksa harus mengikuti perintah.

1 hari = 24 Jam , ya…semua orang sudah tahu…anak saya, Kak Izam n Ade Nadya pun sudah sangat mengerti hitungan jam dalam 1 harinya. Hitungan hari dalam pelaksanaan proyek dihitung dalam hari kalender. Tidak ada istilah proyek libur hari Sabtu atau Minggu.

Sehingga, sangat rugi buat saya, jika banyak alat yang rusak, supply material lambat, solar habis, tenaga kerja kurang, kerja lambat, bekerja asal-asalan, tidak kerja lembur, tidak rapi, tidak safety dll.

Biasanya amarah itu muncul hanya sesaat saja, lalu sebentar menurun kembali. Karena memang hanya urusan kerjaan saja, hubungan manusianya sih baik-baik aja.

Menjalankan ibadah puasa di proyek sebenarnya enak. Waktu yang dijalani tidak terasa, tiba-tiba sudah magrib….dug dug dug…..Allahu Akbar…Allahu Akbar….

( Foto : Dalam arahan pelaksanaan pekerjaan oleh Dirut dan Dirtek TMJ )

Ya…inilah catatan puasaku …bagaimana nilai puasaku tahun ini ? Hanya Allah lah yang tahu….tapi, aku merasa banyak amarah yang terucap di bulan suci Ramadhan ini, yang seharusnya tidak aku kotori dengan ucapan yang sia-sia.

Ampuni Aku ya Allah….

Salam,

HJK

  • Orang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan musuh-musuhnya, namun orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan nafsunya/ dirinya sendiri.
  • Ya, bertempur tanpa pasukan.

Selasa, 15 September 2009

" I S S "


Hmmm….ternyata menjadi kaya dan sukses itu mudah ya….

Apakah anda pernah membaca buku Quantum/ Zona Ikhlas dan The Secret ?!?!

Ya,…kuncinya hanya…..(baca sendiri deh)….


DR. JOE VITALE

Begitu Anda memulai merasa berbeda terhadap apa yang sudah Anda miliki, Anda akan mulai menarik lebih banyak kebaikan dalam hidup. Anda dapat mensyukuri lebih banyak hal. Sebelum itu Anda melihat ke sekitar dan berkata, “ Saya tidak memiliki mobil yang saya inginkan. Saya tidak memiliki rumah yang saya inginkan. Saya tidak memiliki pasangan yang saya inginkan. Saya tidak memiliki kesehatan yang saya inginkan. “ Wah ! Bahaya ! Semua itu adalah hal yang tidak Anda inginkan. Berfokuslah pada apa yang sudah Anda miliki, yang Anda syukuri. " Mungkin Anda memiliki mata untuk membaca kalimat ini. Mungkin pakaian yang Anda miliki. Ya, mungkin Anda lebih ingin memiliki sesuatu yang lain dan mungkin Anda akan mendapatkanya dalam waktu yang tidak lama lagi jika Anda mulai merasa bersyukur untuk apa yang sudah Anda miliki.

“ Banyak orang yang menjalani hidup dengan cukup benar, tetapi tetap miskin karena kurang bersyukur. ”

Wallace Wattles ( 1850 - 1911 )

Mustahil mendatangkan lebih banyak hal ke dalam hidup Anda, jika Anda tidak merasa bersukur dengan apa yang sudah Anda miliki. Mengapa ? Karena pikiran dan perasaan yang Anda pancarkankan ketika Anda tidak merasa bersyukur adalah emosi-emosi negatif.

Apakah itu iri hati, kekesalan, ketidakpuasan, atau perasan-perasaan “ tidak cukup ”, semua itu tidak dapat mendatangkan apa-apa yang Anda inginkan. Semua itu hanya dapat memantulkan apa yang tidak Anda inginkan. Emosi-emosi negatif itu menghambat hal-hal baik mendatangi Anda. Jika Anda menginginkan mobil baru, tetapi tidak bersyukur dengan mobil yang sudah Anda miliki, itulah frekuensi dominan yang Anda pancarkan.

Mulai sekarang juga, bersyukurlah untuk apa yang sudah Anda miliki. Ketika Anda mulai memikirkan hal-hal yang Anda syukuri dalam hidup, Anda akan takjub pada begitu banyak pikiran yang mendatangkan lebih banyak hal yang Anda syukuri. Anda harus memulai, dan hukum tarik-menarik akan menerima pikiran-pikiran syukur itu serta mendatangkan lebih banyak hal serupa kepada Anda. Anda akan mengunci frekuensi syukur, dan semua kebaikan akan menjadi milik Anda.

“ Bersyukur setiap hari adalah salah satu syarat untuk mendatangkan kekayaan. ”

Wallace Wattles (1860 - 1911)

Salam,

HJK


Jadi, untuk menjadi kaya itu sebenarnya mudah, kuncinya adalah :

  • Ber syukur lah terlebih dahulu atas apa yang anda miliki.
  • Iklas dan lepaskan seluruh Mind Fokus positif anda terhadap apa yang anda inginkan...ingat fokus...fokus...fokus.
  • Mulailah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai apa yang anda fokuskan tersebut.

Lalu, kunci selanjutnya, adalah :

  • Ikhlas….Ikhlas…Ikhlas….
  • Sabar….sabar…sabar…
  • Syukur…syukur…syukur…

" I S S " = Ikhals - Sabar - Syukur


" Mudah kan ?!?! "

Minggu, 13 September 2009

Anak yang dibanggakan


Senin lalu, saya naik Bis dari Bekasi menuju bandara Soekarno – Hatta untuk penerbangan ke Semarang jam 13.45. Kebetulan di dalam perjalanan tersebut, saya duduk di samping seorang ibu berjilbab membawa tentengan yang agak banyak.

Perjalanan bis menuju bandara biasanya memakan waktu sampai sekitar 1 jam-an lah. Dan seperti biasa, kalau dalam perjalanan yang agak lama, saya memanfaatkan waktu untuk tidur sejenak, ya….menyimpan energi/ tenaga yang ada, maklumlah kalau sudah sampai di proyek biasanya kami tidur selalu larut malam. Apalagi jika saat itu ada pengecoran di site…wah, seringkali kami tidur jam 3 – 5 pagi.

Baru duduk sejenak, tiba2 sang ibu membuka pembicaraan bertanya (yang menurut saya hanya basa-basi saja). Ya, biasalah….bertanya tujuan kemana, bekerjanya apa, dimana bekerjanya, dll.

Namun, kali ini saya tidak mempunyai kesempatan untuk memejamkan mata, karena sang ibu bercerita terus mengenai ke 2 anak perempuannya yang sholehah dan pengalaman haji nya yang baru dijalani setahun yang lalu. Saya jadi tertarik mendengarkan ceritanya, siapa tahu ada nilai positif yang bisa saya ambil dari isi pembicaraan ini.

Singkat cerita, sang ibu begitu membanggakan ke 2 anak perempuannya. Karena dari semenjak kecil hingga saat ini tidak ada yang pernah menyusahkannya. Bahkan dalam hal teman pasangan hidupnya pun sampai sekarang belum ada. Malahan, anaknya menyerahkan pilihan pasangan hidup sepenuhnya pada sang ibu. Akhirnya, sang ibu jadi bingung sendiri…” Lho, kamu kan harusnya yang cari di Jakarta, kalau ibu kan di Pontianak, emang selera ibu sama dengan kamu…? “.

Ya, ibu ini tinggal di Pontianak – Kalimantan Barat mengikuti tugas suaminya sejak 20 tahun yang lalu. Suaminya bekerja di Dephub asli Sulawesi, sementara sang ibu tadi sebagi ibu rumah tangga asli Palembang. Dia memilih tidak bekerja (meskipun mempunyai kemampuan) agar dapat focus mendidik anak-anaknya. Karena menurutnya anak-anak ini merupakan amanah/ titipan Allah yang harus dijaga jangan sampai salah dalam mencari pedoman hidupnya. Bimbingan agama, akhlak, moral, budi pekerti selalu ditanamkan sejak masih kecil, dan anak2-nya pun (saat masih kecil) di sekolahkan di pesantren dan sekolah Islam. Tujuannya, agar pondasi keimanan sang anak sudah kuat jika besar dan berpisah dengannya.

Menurut saya, wajar saja bila sang ibu menjaga ke 2 anak perempuannya, apalagi melihat gaya hidup orang saat ini yang sudah menjauh dari rasa takut terhadap Allah dan juga hilangnya rasa malu terhadap sesama. Pergaulan bebas terjadi dimana-mana, minuman keras, narkotika, perempuan menyerupai lelaki, lelaki menyerupai perempuan, perselingkuhan dan lain sebagainya tanpa ada yang ditutup-tutupi lagi dan cenderung malah menjadi kebanggaan tersendiri, dengan menceritakan aibnya sendiri….hmmm, tanda2 kecil menuju akhir jaman kali ya…

Dan wajar juga, menurut saya bila sang ibu menjaga ke 2 anak perempuannya, jika tahu keutamaannya sebagai Ibu/ wanita terhadap ganjaran berupa “ PAHALA / SYURGA “ yang akan didapatkannya kelak di akhirat nanti.

Teringat saya akan salah satu fadhilah Wanita “ Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah “ SYURGA “.

Lalu ada lagi, salah satunya “ Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah seluruh dosanya dan bila dia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat. “

Nambah lagi, salah satunya “ Barang siapa mampu menjaga anak wanitanya dalam keadaan suci (perawan) hingga ia menikahkannya, maka pahala syurga akan diberikan baginya. “

Tak lama kemudian, beliau menunjukkan foto ke 2 anak perempuannya pada saya. Dan menyebutkan namanya yang islami (tapi, saya lupa). Yang pertama berjilbab dan sudah bekerja di Dephub Jakarta, dan yang kedua masih kuliah di Jakarta. Mereka ber 2 cantik-cantik, belum menikah dan belum punya pacar.

Lalu, beliau bertanya agak detail tentang usia dan satus saya. Beliau menebak saya baru 35 tahun….h h h…alhmadulillah, saya masih dinilai semuda itu…lalu saya jawab ” tidak bu, saya sudah 42 tahun dan sudah menikah, saya bertemu kenalan dengan istri di Mekkah – Al Mukaromah “

Lalu sang ibupun tersenyum, dan pembicaraan akhirnya beralih keseputar pengalaman hajinya setahun yang lalu. Kenikmatan beribadah dia rasakan sejak kakinya menginjakkan tanah di Makkah s/d Madinah. Memang terasa beda jika di tanah air, karena di Makkah dan Madinah semua hanya 1 tujuan untuk ibadah menggapai ridho nya. Kalau sudah di tanah air, pikiran banyak bercampur dengan urusan duniawi sehingga kurang dapat full khusyuk/ konsentrasi.

Mendekati terminal 1 bandara Soekarno - Hatta, di Akhir pembicaraan, ibu tadi berharap bisa umroh bersama suami dan anak2 nya kelak sebelum suaminya pensiun dari perusahaannya 3 tahun lagi. Saya pun berucap langsung “ Amin…saya do’a kan ibu, semoga niatan ibu yang terucap tadi tercatat oleh malaikat, dimudahkan segala urusannya dan diijabah oleh Allah SWT ”. Lalu sayapun berkata padanya “ Ibu, saya juga mohon do’a nya, karena saya juga merencanakan umroh pada tahun 2010 bersama keluarga “….jawab sang ibu “ Alhamdulillah, kita saling mendo’a kan ya, mas “.

Akhirnya, ibu tadi turun di terminal 1, sedangkan saya masih lanjut ke terminal 2.

Ya…semoga Allah mengijabah do’a dalam pembicaraan kami di akhir pertemuan tadi….Amin


Salam,

HJK

Nambah dikit :

  • Setiap orangtua selalu membanggakan anak, jika dia sedang bercerita tentangnya.
  • Anak adalah titipan yang harus kita jaga dan arahkan, dia adalah amanah yang pada akhirnya nanti dimintai pertanggung jawab oleh Sang Maha Pencipta.
  • Anak dapat menyeret orang tuanya ke dalam neraka, jika dia berbuat suatu kesalahan dalam perjalanan hidupnya, sedangkan dia tidak mengetahuinya. Karena semasa hidup, orang tuanya tidak pernah mendidiknya tentang yang Hak dan Bathil.
  • Anak adalah ladang amal dan investasi pahala untuk orang tuanya.

Sabtu, 12 September 2009

Hukum karma

Alhamdulillah, pipis dulu ah di belakang pohon.....

hek....xx###@@??!!!

Makanya, jangan menjadikan kebiasaan pipis di belakang pohon !!!
Begini kan jadinya, kalo suka pamer burung dimana-mana !!!
Akhirnya, sang burung di patok burung juga....!!!
Ya....hukum karma deh....

Salam,
HJK

  • Ada seorang anak bertanya pada bapaknya, " Yah, kemarin waktu di jalanan, adek disuruh pipis ama mamah di belakang pohon, emang belakangnya pohon nyang mana ya, Yah ? "
  • Kata ayahnya " Dimana posisi adek kencing itu lah belakangnya pohon "
  • Akhirnya sang anak sedikit mengerti dan sedikit bingung " ?!##xxx?!? "