Salam Kenal

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

Blog ini sengaja saya buat sebagai bahan berbagi dengan temen2 yang kerjaannya sama dengan saya di kontraktor.
Banyak orang yang nggak tau atau nggak ngerti, terkadang menganggap kalo kerja di kontraktor itu berkonotasi negatif.
Merekapun ada yang sengaja memelintirkan kata " Kontraktor " itu, merupakan singkatan dari " KONTRAK koTOR ".
Kadang ada juga yang bilang, " Wah, enak nih kerja di kontraktor, banyak 'sabetannya' ya ".
Dan tak jarang juga, agak keterlaluan " Wah enak ya, bisa makan semen, asphalt dll ".
Ya, begitu lah orang menilai sinis tentang kontraktor, banyak permainan kotor lah, banyak sabetannya lah, makan semen lah...dll
Tetapi, jika dilihat menurut sudut pandang saya sih penyataan di atas tadi adalah " SALAH " besar.
Sebenarnya kerja di kontraktor itu bersih dan nggak ada sabetannya sama sekali, justru kalo mau kerjaan yang paling banyak sabetannya, ya kerja jadi " KUDA LUMPING ", malahan dia makan BELING ?!?!?

Salam
HJK

Minggu, 27 Mei 2012

Malaikat bumi

Suatu hari ada seorang bayi yang akan dilahirkan ke dunia.
Sang bayi bertanya kepada Tuhan “Para Malaikat mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?”
Tuhan menjawab “Saya telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.”
Sang bayi berkata “Tapi disini..,di surga…..yang saya lakukan hanya bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.”
Tuhan menjawab lagi “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia.”
Sang bayi bertanya lagi, “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku, saya tidak mengerti bahasa mereka?”
Tuhan menjawab “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkan bagaimana kamu berbicara.”
“Saya mendengar di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”
“Malaikatmu akan melindungimu,walaupun hal itu mengancam jiwanya.”
“Pasti saya akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi.”
“Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan kepadamu bagaimana kau bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya aku selalu berada disisimu.”
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan kepada Tuhan,
“Tuhan……jika saya harus berangkat sekarang, bisakah Engkau memberitahu aku nama malaikat tersebut?”
Jawab Tuhan, “Kamu akan memanggil malaikatmu…..IBU…”

Rabu, 23 Mei 2012

Kondisi spesial teluk Benoa

Proyek Pembangunan Jalan Tol yang menghubungkan antara Nusa dua - Ngurah Rai - Benoa adalah jalan tol pertama yang dibangun di Pulau Bali.

Konstruksi bangunan ini 90 % berada di atas teluk Nusa dua - Ngurah Rai - Benoa. Penyanggah pondasi bangunan diatasnya, menggunakan Tiang Pancang spun pile diameter 600 mm.

Kondisi pasang
Kondisi pekerjaan di teluk ini sangat spesial, karena berkaitan erat dengan pasang surut air laut. Sehingga penentuan metode pemancangan harus sudah betul betul disiapkan dengan tepat sebelum mulai memobilisasi peralatan menuju titik pancang.

Data yang harus dimiliki sebelum pemancangan di teluk/ laut adalah, data ukur dasar laut/ bathimetri serta data pasang dan surut air laut. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kedalam air pada saat pasang maupun pada saat surut, sehingga dapat menentukan arah/ alur untuk memobilisasi alat pancang di atas ponton.

Untuk lebih leluasa dalam penggunaan ponton dan tug boat di teluk ini, harus yang mempunyai kedalaman draft maksimal 1.50 m pada saat pasang. Jika kedalaman draft melebihi batas tersebut, pergerakan tug boat menjadi sangat terbatas, karena kondisi surut lebih lama dibandingkan saat pasang.

Pada saat kondisi surut, lokasi teluk ini menjadi dataran yang dapat dijalani oleh orang-orang pencari kerang. Dan keadaan ini terjadi setiap 7 jam sekali.

Kondisi surut
Pemilihan model ponton pun disesuaikan kondisi lapangan. Untuk lokasi yang tetap berair ketika sedang surut, digunakan ponton maksimal 150 feet. Sedangkan untuk lokasi yang berupa daratan ketika sedang surut, mempergunakan ponton segmental. Dengan harapan, ponton segmental tersebut dapat dipindahkan secara manual terpisah, jika kondisi air laut sedang surut.

Kelemahan dari ponton segmental ini, justru  tidak dapat melakukan pemancangan pada saat air sedang tinggi. Karena posisi antar segment tidak dibuat kaku, sehingga kurang stabil jika melakukan pemancangan di atasnya. Tidak dibuat kaku sambungan antar segment tersebut, agar memudahkan saat melepas dan memindahkan ponton segmental secara manual.

Penggunaan tugboat untuk menarik ponton material dan ponton alat pancang hanya pada saat keadaan pasang saja. Sehingga, jam kerja tug boat dapat diartikan, hanya pada saat pasang saja. Sedangkan alat pancang segmental diatas ponton hanya bekerja pada saat surut saja.

Jam kerja pun disesuaikan dengan data pasang surut yang ada.
Untuk operator tug boat, bekerjanya khusus pada saat pasang saja. Sedangkan untuk operator pancang ponton segmental, bekerjanya khusus pada saat surut saja.

Pemancangan pada kondisi yang spesial ini tentunya menjadi evaluasi harian tim proyek, untuk selalu mencari improvement agar mencapai produksi/ target pemancangan minimal per alat 6 titik/ alat/ hari.

Bravo, untuk Tim Proyek.
Selamat bekerja dan berjuang.

Semoga menghasilkan keuntungan buat perusahaan, baik itu secara financial maupun penampilan.



Salam,
HJK

Minggu, 20 Mei 2012

Kemudahan selalu ada

Subhanallah, ada saja hikmah yang dapat saya ambil, dari hanya sekedar mendengar pembicaraan 2 orang tua di samping tempat duduk saya, yang sama-sama menunggu di lounge Bandara saat akan berangkat ke Denpasar.

Terlihat dari penampilan mereka, tampaknya sangat sederhana dan tak ada beban dalam hidupnya. Rambutnya sudah mulai dipenuhi uban, namun pembawaannya tetap ceria. Terdengar, Salah satu dari mereka, bercerita tentang perjalanan hidup yg sudah dilaluinya selama ini. Lalu dia pun bercerita ;

" Nggak pernah terlintas dalam dirinya, bahwa diusianya yang sudah tua ini, ternyata hidupnya lebih merasakan ketenangan dalam limpahan kemudahan dan rezeki yang diterimanya. Kemudahan itu selalu ada ketika dibutuhkan.

Kesulitan yang dihadapi dalam menempuh sebuah perjalanan kehidupan, selalu dapat dilalui seolah jalan kemudahan selalu terbuka untuknya.

Dia selalu menerapkan pelajaran yang didapatkan dari orang tuanya dulu. Membantu kesulitan orang lain, dan membukakan kemudahan bagi orang lain.

Ketika dirinya dalam kesulitan finansial, tidak ada orang yang datang minta bantuan. Meskipun demikian, sodakoh, amal jariah selalu tetap disalurkan. Namun, ketika dirinya dalam kelebihan finansial, ada saja yang datang dan menghubunginya untuk meminta bantuan dari dirinya.

Allah memberikan kelebihan, agar kita dapat berbagi. Allah sudah mengatur rezeki kita masing-masing. Manakala sedang kesulitan finansial, tidak ada yang membutuhkan bantuan. Manakala sedang berkecukupan, ada saja yang tiba-tiba datang, telpon atau sms minta bantuan.
Disinilah Allah ingin menguji dan selalu mengasah kepekaan kita, untuk tetap istiqomah menjaga kebersihan hati yang ikhlas. Dan sesungguhnya di dalam harta kita ada milik orang lain. Sehingga secara tidak langsung, Allah memberikan kelebihan pada kita dan sekaligus membersihkan harta tersebut, melalui jalan orang lain yang membutuhkan. Sehingga, harta kita tetap terjaga dari hal yang kotor serta menjaga hati agar tetap ikhlas."

Namun, belum habis orang tersebut bercerita, terdengar pengumuman pesawat menuju Denpasar akan segera diberangkatkan. Dan semua berkemas menuju pintu keberangkatan.

Alhamdulillah, hanya duduk setengah jam disebelah orang tersebut, rupanya ini jalan Allah untuk mengingatkan saya. Berbuat baik hari ini, bisa saja berdampak langsung terhadap diri kita. Namun, jika tidak langsung pada diri kita, yakinlah bahwa itu akan berbuah baik kepada keluarga kita (ke 2 orang tua, istri maupun anak2 kita).

Sering kita mendengar dalam ceramah pengajian, Nabi Saw. bersabda, "Didalam tubuh itu ada mudghah, ada satu daging; yang apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, mudghah adalah qalb."

Didalam Islam, hati berarti qalb, dimana qalb ini mempunyai dua makna: qalb dalam bentuk fisik dan qalb dalam bentuk ruh. dalam arti fisik, qalb dapat kita artikan sebagai "jantung/ hati".

Disebutkan pula dalam hadis lain, bahwa hati itu ada tiga macam :
• Pertama, hati yang terbalik. yaitu hati yang tidak bisa menampung kebaikan sedikitpun dan itu adalah orang-orang kafir".
• Kedua, hati yang didalamnya ada titik hitam, yang didalamnya bertarung antara kebaikan dan kejahatan. Kalau salah satu kuat, maka yang kuat itulah yang menang.
• Ketiga, hati yang terbuka yang didalamnya ada lampu yang bersinar-sinar sampai hari kiamat. Itu hati orang mukmin.

Salam,
HJK

Kamis, 29 Maret 2012

Cantik Lahir Bathin


Parasnya sangat cantik, senyumnya pun sangat mempesona.
Busana yang dikenakannya sangat muslimah.


Ia seorang wanita yang bukan hanya sekedar cantik secara fisik, tapi juga cantik bathinnya. Jilbab yang menutupi aurat, semakin menambahkan pesona pada dirinya. Terpancar aura positif pada dirinya.

Istiqomah dalam menjalankan ibadah.
Sholat malam tidak pernah ia tinggalkan.
Membaca Al Qu'an pun tak pernah ia abaikan.
Sambil menunggu datangnya sholat subuh, selalu diisinya dengan membaca Al Qur'an. Demikian juga saat selepas magrib menunggu datangnya sholat Isya.


Tutur katanya yang lemah lembut, dapat menenangkan hati yang kalut.
Perasaannya pun sangat lembut dan peka terhadap lingkungan sekitarnya.
Ringan tangan dan mudah menolong.

Hatinya mudah tersentuh/ iba ketika dihadapkan pada kesulitan orang lain.

Senantiasa berfikiran positif dan mempunyai pendirian yang kuat.
Giat mengaji, belajar dan tafakur untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Santun terhadap orang tua, patuh terhadap suami, dan menjadi pendidik anak yang baik.
Mudah meminta ma'af dan semua dijadikan sebagai ladang ibadah dalam menjalaninya.
Lisannya tak pernah lepas dari do'a dan memohon ridho Allah, agar menjadi keluarganya sakinah mawadah warohmah.

Tentunya sangat beruntung suami yang mendampinginya.

Dan alhamdulillah, Akulah suami yang beruntung itu.


Terima-Kasih Istriku

Salam,
HJK


Kenapa hari ini tidak kau bagi minum untukku?

Meneladani akhlak Rasulullah SAW

Pernah suatu hari Rasulullah SAW pulang dari perjalanan jihad fisabilillah. Beliau pulang diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota Madinah nampak Aisyah r.a sudah menunggu dengan penuh kangen. Rasa rindu kepada Rasulullah SAW sudah sangat terasa. Akhirnya Rasulullah SAW tiba juga ditengah kota Madinah. Aisyah r.a dengan sukacita menyambut kedatangan suami tercinta. Tiba Rasulullah SAW dirumah dan beristirahat melepas lelah. Aisyah dibelakang rumah sibuk membuat minuman untuk Sang suami. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah SAW. Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata “ Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu? ”.

Rasulullah SAW diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu? ”Akhirnya Rasulullah SAW memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat dicampur dengan garam bukan gula. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah.

Itulah sebagian dari banyaknya kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Dia memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh istrinya, tidak memarahinya atau menasihatinya dengan kasar. Rasulullah SAW memberi kita teladan bahwasanya akhlak yang mulia bisa kita mulai dari lingkungan terdekat dengan kita. Sebuah hadits menyebutkan, “ Lelaki yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya”. Semoga kita diberi taufik untuk bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW

Salam,
HJK

Selasa, 10 Januari 2012

Kisah 3 org Badui yg diuji Allah

Ada kisah mengenai tiga orang Bani Israil yang ketiga-tiganya diuji Allah Swt. semoga kita dapat memetik hikmah dari kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ini.

Dari Abi Hurairah r.a, beliau mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Ada tiga orang Bani Israil (seorangnya) ditimpa penyakit kusta, seorangnya ditimpa penyakit rontok rambutnya dan seorang lagi buta. Maka Allah telah menguji ketiga-tiganya dengan mengutus kepada mereka seorang malaikat.

Malaikat tersebut telah mendatangi orang yang berpenyakit kusta dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”

Jawab sang penyandang kusta, “Warna yang bagus serta kulit yang baik dan sembuh dari kotoran yang menyebabkan manusia memandang jelek kepadaku.''

Maka malaikat itu menyapunya dan lalu hilanglah penyakit itu dan diberi warna serta kulit yang baik. Malaikat bertanya lagi, “Harta apakah yang paling engkau sukai?”

Ia menjawab, “Unta atau sapi.'' Maka malaikat memberikan unta yang sedang mengandung sepuluh bulan dan mendoakan orang yang berpenyakit kusta tersebut.

Kemudian malaikat mendatangi orang yang berpenyakit rambut rontok lalu bertanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”.

Lelaki kedua menjawab, “Rambut yang bagus dan sembuh dari penyakit yang menyebabkan manusia memandang jelek padaku.” Maka malaikat membersihkannya lalu hilanglah penyakit itu serta diberikan rambut yang baik.

Malaikat bertanya lagi, “Harta apakah yang paling Engkau sukai?” Ia menjawab, “Sapi,''. Maka ia diberikan sapi yang sedang bunting serta mendoakannya pula.

Kemudian malaikat datang ke orang buta, “Apakah yang paling engkau sukai?”

Ia menjawab, “Aku ingin Allah mengembalikan penglihatanku semoga aku dapat melihat manusia. Malaikat meyapu matanya dan Allah mengembalikan penglihatannya.

“Harta apakah yang paling kamu sukai?” tanya malaikat. Jawab si buta, “Kambing biri-biri,” Maka dia diberikan seekor biri-biri yang telah melahirkan anak lalu mendoakan si buta agar selalu mendapat barakah Allah Swt.

Maka, kedua lelaki (berpenyakit kusta dan rambut rontok) mengurusi kelahiran unta dan sapi begitu juga dengan lelaki buta. Setelah sekian lama, lelaki yang berpenyakit kusta telah memiliki satu lembah berisi unta, sedang lelaki berambut rontok telah memiliki lembah berisi sapi dan lelaki buta telah memiliki satu lembah berisi kambing biri-biri.

Selang beberapa waktu, malaikat kembali mendatangi lelaki yang berpenyakit kusta dengan menjelma sebagaimana keadaan lelaki sebelumnya (berpenyakit kusta).

Ia mengadu kepada lelaki tersebut, “Aku seorang lelaki miskin yang telah kehabisan bekal sewaktu aku bermusafir. Aku tidak mempunyai tempat untuk mengadu pada hari ini selain pada Allah dan pada Engkau. Aku memohon padamu demi yang telah memberikan padamu warna serta kulit yang baik juga harta seekor unta yang dapat membantuku meneruskan perjalananku.

''Aku mempunyai banyak tanggungan,'' jawab mantan penyandang kustal.

Malaikat menjawab, ''Aku rasa aku mengenalimu. Bukankah dulu kau berpenyakit kusta dan manusia memandang jelek kepadamu? Bukankah dulu kau orang fakir lalu Allah megaruniakan harta kepadamu ?''

''Aku mewarisi harta ini dari orangtuaku,'' jawab lelaki.

Malaikat menjawab, ''Sekiranya kamu berdusta, Allah akan menjadikanmu seperti keadaanmu sebelum ini.''

Malaikat pun mendatangi si rambut rontok serta melakukan hal yang sama, menjelma menyerupai keadaan seperti sebelum si lelaki kaya raya. Jawaban si rambut rontok pun senada. Ia enggan memberikan sebagian hartanya pada malaikat yang menjelma tersebut. Malaikat pun mendoakan agar Allah mengembalikan keadaannya seperti semula.

Terakhir, malaikat mendatangi si buta. Lalu mengadu,''Aku seorang lelaki pengembara yang miskin. Aku telah kehilangan kendaraan sewaktu aku mushafir. Maka aku tidak mempunyai tempat untuk mengadu melainkan kepada Allah dan engkau. Aku memohon darimu demi Yang telah mengembalikan penglihatanmu seekor kambing biri-biri yang bisa meneruskan perjalananku.''

Lelaki tersebut menjawab, ''Aku sebelum ini adalah lelaki buta. Allah telah mengembalikan penglihatanku. Oleh karena itu, ambilah apa yang engkau mau dan tinggalkan apa yang tidak engkau mau. Demi Allah, aku tidak akan mencegah dan mengungkit kembali pemberianku padamu untuk kau ambil karena Allah.

''Jagalah hartamu. Sesungguhnya kamu telah diuji oleh Allah. Allah telah meridhaimu dan membenci dua orang sahabatmu,'' jawab malaikat. Wallahu a'lam bishawwab.


---------------
 
Salam,
HJK
 
  • Banyak orang lupa jika sedang diuji Allah.
  • Ujian berupa musibah adalah cara yang paling cepat buat seseorang yang lupa akan Sang Pencipta. Jika musibah kecil saja menimpa kita, maka segera kita ingat Allah, bermohon dan selalu berusaha mendekatkan diri pada-Nya.
  • Namun, jika diberikan ujian berupa kesenangan, seringkali kita lalai untuk menjalankan semua perintah-Nya.
  • Sebenarnya Musibah atau Kesenangan adalah sebuah ujian belaka. Jangan larut dalam kesenangan duniawi yang serba gemerlap dan serba menipu, yang membuat kita kufur atas segala nikmat-Nya.
  • Allah Swt berfirman dalam Q.S. Ibrahim: Ayat 7 : "Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat pemberian Ku) kepadamu. Namun, bila kamu ingkar (kufur terhadap) nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih".

Minggu, 08 Januari 2012

Renungan buat Istri


" Mas, ini Ade dapet renungan dari group di BBM. Bagus deh. Coba Mas baca ya. siapa tahu Ade bisa ngikutin perbuatan sesuai yang tertulis di sini (ucap Istriqu sambil menunjukkan BBM Groupnya )."

Lalu ku tanya : " Siapa yang buat, Yank ? ".

Istriku tertawa : " hhh... Copas sj dari BBM Group. Ga tau dari mana. "

Kubaca isinya.... lalu ku peluk Istriku dan ku sampaikan padanya : " Chayankqu, makasih ya sudah melakukan yang terbaik untuk Mas. Semua kebaikan yang ada dalam tulisan itu, sudah chayank lakukan untuk Mas. Makasih ya Chayank, sudah perhatian sama Mas. Setiap malam ga bosan telepon bangunin Mas saat di Banda Aceh untuk sholat Tahajud, dan sudah menjaga serta membesarkan anak2. Ma'af ya, Kalo mas selama ini bekerja terus dan tidak dapat langsung menjaga dan membesarkan anak2. "

Lalu, ..... kami pun larut dalam malam ......
Tafakur terhadap diri sendiri dan keluargaku ....
Dan teringat akan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ ناراً وقودها النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عليها مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim [66]:6).

---------------------

Berikut isi BBM nya, ga tau siapa yang buat.

Karena isinya bagus, saya pun meng-copasnya juga ke blog ini.... wkwkwk....


RENUNGAN BUAT ISTRI

Wahai sang istri….

Apakah akan membahayakan dirimu, apabila engkau menemui suamimu dengan wajah yang berseri seri, dihiasi simpul senyum saat dia masuk rumah ?

Apakah memberatkanmu apabila engkau menyapu debu dari wajahnya, kepala dan baju serta mengecup pipinya ?

Apakah engkau merasa sulit, jika engkau menunggu sejenak disaat dia memasuki rumah dan tetap berdiri sampai dia duduk?

Mungkinkah akan meyulitkanmu, jikalau engkau berkata kepada suami: “Alhamdulillah atas keselamatan kanda, kami sangat merindukanmu wahai kekasihku…”

Wahai sang istri…

Berdandanlah untuk suamimu dan harapkanlah pahala dari Allah diwaktu engkau berdandan, karena Allah itu indah dan mencintai keindahan.

Pakailah parfum yang harum dan bermake-up lah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu.

Jauhi dan jauhilah bermuka masam dan cemberut.

Janganlah engkau mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang bermaksud merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami.

Janganlah selalu tampak bersedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.

Janganlah berbicara kepada laki laki lain dengan lemah lembut, sehingga menyebabkan orang yang dihatinya ada penyakit mendekatimu dan menduga hal hal yang jelek ada pada dirimu.

Selalulah dirimu dalam keadaan lapang dada, hati tentram dan ingat kepada Allah setiap saat.

Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.

Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya.

Didiklah anak anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Perbanyaklah membaca al quran terutama surat Al Baqarah, karena surat itu dapat mengusir setan.

Bangunkanlah suamimu untuk sholat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunah, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan janganlah engkau menghalanginya untuk menjalin hubungan silaturahim dengan karib kerabatnya.

Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin.

Berdoalah kepada Allah agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akherat.

Ketahuilah sesungguhnya Rabb mu Maha Mendengar doa. Allah berfirman, “Dan Rabb mu berkata, “Serulah aku niscaya aku penuhi doamu.” ( Al Ghafir 60)


Salam,
HJK

Sabtu, 07 Januari 2012

Belajar dari Kisah Badui

Oleh : Ina Salma Febriany
Republika.co.id

Diriwayatkan dari Al Yafi’i dari Sa’id bin Abi Arubah, bahwasannya ketika Al-Hajjaj bin Yusuf tiba di salah satu tempat sumber air di antara Makkah dan Madinah, ia menyuruh pengawalnya untuk mencarikan orang yang dapat makan bersamanya. Selain itu, Raja juga akan menanyakannya beberapa soal.

Maka pengawal itu mencari-cari, melihat-lihat ke arah bukit, dan di sana terlihat olehnya seorang Badui yang sedang berselimut, maka dibangunkan dengan kakinya dan berkata padanya, “Anda dipanggil oleh raja."

Maka Badui tersebut segera bangun dan mengikut. Ketika telah berhadapan dengan Al-Hajjaj, ia pun diperintah, “Cucilah tanganmu dan makan bersamaku.” Jawab Badui, “Aku telah menerima undangan yang lebih baik dari padamu, dan aku telah menyambutnya."

Al Hajjaj bertanya, “Siapakah itu? Jawab Badui, “Allah ta’alaa, memanggil aku untuk puasa, maka aku kini berpuasa."

Al-Hajjaj bertanya, “Apakah di musim kemarau yang sangat panas ini? Jawabnya, ”Ya, saya berpuasa untuk menghadapi hari yang lebih panas dari ini."

Maka Al-Hajjaj berkata, “Berbukalah hari ini dan esok hari anda puasa."

Dengan bijaksana, Badui menjawab, “Jika anda dapat menjamin bahwa aku akan hidup hingga esok hari, maka aku akan berbuka."

Al-Hajjaj pun tercengang, “Itu di luar kekuasaanku,” jawab raja.

“Jika itu bukan urusan Anda, maka bagaimana anda meminta padaku untuk membatalkan yang pasti dengan sesuatu yang tidak Anda kuasai."

Jawab Al-Hajjaj, “Tapi aku memiliki makanan yang lezat. Jawab Badui, “Kelezatan itu bukanlah buatan tukang masak, tetapi kelezatan itu disebabkan oleh sehat wal’afiat.”

Petikan hikayat di atas mendeskripsikan betapa kuatnya tekad si Badui untuk tetap berpuasa, sekali pun berpuasa sunnah dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan: cuaca panas menyengat sedangkan orang terhormat mengajaknya duduk bersama untuk menyantap hidangan lezat. Dalam hal ini, tekad yang patut kita contoh ialah ketakutan Badui kalau-kalau ia tak memiliki kesempatan untuk berpuasa esok hari jika ia membatalkan puasanya, sebagaimana yang diperintahkan oleh sang raja.

Keputusan Badui tersebut pastilah beralasan. Selain mengharap pahala dari Allah, Badui tersebut juga tahu betul manfaat puasa baik dari segi jasmani dan rohani.

Rasulullah bersabda, “Berpuasalah, maka kamu akan sehat.” Sabda Rasul ini memang terbukti secara medis bahwa orang yang membiasakan diri untuk berpuasa wajib maupun sunnah memang jauh lebih sehat ketimbang orang yang selalu menyibukkan dirinya dengan mengisi perut. Bagaimana pun, organ tubuh kita perlu beristirahat. Maka saat berpuasa itulah terjadi proses pembersihan pada organ-organ tubuh.

--------------

Semoga dapat membawa manfaat.


Salam,
HJK