Selasa, 03 Januari 2012

Kerinduan

Horeeeee.....
Ayah pulang..., ayah pulang..., ayah pulang....
Teriak ke 2 anak kecil sambil lompat-lompat kegirangan, yang kala itu usianya masih berumur 4 dan 7 tahun.

Setiap sore teriakan tersebut selalu mereka lakukan tanpa bosan, ketika menyambut ayahnya pulang dari bekerja. Badan sang ayah yang semula terasa letih akibat bekerja seharian, seketika itu merasa segar kembali karena disambut oleh teriakan ke 2 anaknya sambil bertepuk tangan dan berlompat-lompatan kegirangan.

Didampingi sang istri, ke 2 anak tersebut langsung berlarian kearah ayahnya. Mereka saling berebut mencium tangan dan pipi ayahnya. Lalu sang ayah memeluk dan menggendongnya keduanya, hingga masuk dalam rumah.

Sang Ayah adalah seorang pegawai kontraktor, yang bekerjanya diluar kota. Setiap 2 minggu sekali dia bertemu berkumpul dengan keluarga.

Sang Ayah selalu mengajarkan dan memberikan contoh dalam beribadah.
Setiap ayah ada di rumah, sholat berjama'ah selalu di jalankan. Bahkan terkadang mengajak anak lakinya untuk sholat berjamaah di masjid. Jika ada waktu luang, sering juga mengajak istri dan anaknya untuk melakukan sholat safari dari masjid ke masjid yang belum pernah dikunjungi.

Istrinya pintar mengaji, hampir setiap malam sehabis sholat magrib membaca al qur'an. Selepas sholat subuhpun, Ar Rohman dan Waqiah dibacanya begitu cepat seolah sudah hafal diluar kepala. Hidupnya selalu sederhana, prihatin dan peka terhadap kehidupan sosial disekitarnya. Mengajarkan anak2 untuk selalu hidup hemat dan ringan dalam bersedekah. lembut dalam bertuturkata dan santun terhadap orang tua.

Menanamkan pondasi Iman dan Taqwa kepada anak2, haruslah dimulai sejak dini. Dan itu harus dicontohkan dari orang tua sebagai panutan.
Peran istri sangat besar dalam pendidikan ahlak anak2 di rumah. Karena sebagian besar kaum laki, lebih banyak menghabiskan waktu dan larut dalam beban pekerjaan yang tak pernah kunjung habis.
Suami istri tersebut merasa mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari anak2 nya. Dan menjadikan anak sebagai ladang meraih pahala dalam hal kesabaran, keikhlasan, mendidik dan menjaganya hingga dewasa, agar tetap dalam Ihsan.

---------------

Kini ke 2 anaknya sudah beranjak dewasa, teriakan menyambut kedatangan sang ayah sudah tak pernah terdengar lagi. Terkadang kerinduan itu muncul di hati.

Namun, alhamdulillah, kebiasaan yang pernah di ajarkan oleh sang istri pada ke 2 anak tersebut masih terjaga hingga saat ini.

Meskipun teriakan itu sudah tak terulang lagi, ke 2 anaknya selalu menyambut, mencium tangan dan pipinya. Mereka masih selalu berebut dalam bercerita. Apa saja yang telah dialaminya selama 2 minggu, saat mereka tidak bertemu ayahnya. Biasanya sang ayah menanggapinya dengan serius, sehingga anak2 semangat dalam bercerita, sementara si Istri tersenyum dan manggut-manggut di samping, seakan membenarkan cerita anak2nya.

Secara alamiah mereka sudah tumbuh menjadi besar dan dewasa.

Dahulupun masih tidur bersama ber 4 dalam 1 tempat tidur, meskipun sempit.

Sekarang anak2 sudah tidur di kamar masing-masing. Mereka sibuk dengan pelajaran sekolahnya, Praktikum, tugas harian dll. Namun demikian, sang ayah dan istrinya sering menemaninya secara bergantian tidur di kamar ke 2 anaknya. Untuk saling berbagi cerita dan keterbukaan, sehingga menjadikan anak2 tidak canggung dalam bercerita jika ada masalah dalam dirinya.
Terlintas dalam pikiran sepasang suami istri tersebut, jika anak2 sdh besar nanti dan mereka pun sudah menikah, mungkin sang ayah dan istrinya akan merasakan kesepian yang mendalam, karena merindukan masa2 indah ketika berkumpul bersama anak2nya.

  • Maka jangan sia-siakan waktumu untuk selalu dekat dan berkumpul dengan anak2. Leburkan dirimu menjadi bagian dari mereka (anak2), agar mereka merasa engkau adalah sahabat.

Salam,
HJK

Minggu, 01 Januari 2012

Indahnya Malam Pertama

Satu hal sebagai bahan renungan Kita…

Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka….
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok Kita….
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ….jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita…
Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan

Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah Kita

Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita

Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..

Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya…. . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…

Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…Dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan… ..
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…
Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..

Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga…
Tapi….tapi …..sudah pantaskah sikap kita selama
ini… untuk disebut sebagai ahli syurga ?

Baca jika anda ada masa /waktu untuk ALLAH.
Bacalah hingga habis.


Saya hampir membuang tulisan ini namun saya telah diberi
anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.

ALLAH, bila saya membaca tulisan ini, saya pikir saya
tidak ada waktu untuk ini….
Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar
bahwa pemikiran semacam inilah yang ….
Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia
ini.

Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari Jum’at……
Mungkin malam JUM’AT ?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA ?
Kita suka ALLAH pada masa kita sakit….
Dan sudah pasti waktu ada kematian…
Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?

Karena…
Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.

Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka… …
Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)
Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan kepada kita.

DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta.

ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.
TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.

---------------

from : Daarut Tauhid



Salam,
HJK

Catatan kecilku :
  • Memang terkadang kita lupa, bahwa hidup di dunia ini hanya sementara saja. Kita merasa seakan hidup selamanya, sehingga kita bisa berbuat apa saja seenaknya tanpa memikirkan hari pembalasaan.
  • Dan, yg perlu dingat bahwa, Allah menciptakan kita hanya untuk beribadah kepadanya. Menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
  • Teringat lagu godbless.... dunia ini ibarat panggung sandiwara. Kita ditempatkan pada panggung yang perannya kita dipilih sendiri.
  • Terserah mau memainkan peran sesuai skenario/ manual book/ guide book yang Allah berikan yaitu Al qur'an atau lengah dan bersenang terhadap keindahan duniawi.
  • Memasuki Tahun baru 2012 Masehi ini, Semoga peran yang sudah kita lakukan selama ini dan kedepannya sesuai guide book Allah serta mendapatkan ridhoi-Nya.
  • Aamiin ya Allah....

Jumat, 30 Desember 2011

Cincin di Jari Manis

Nggak tau gimana awal ceritanya, cincin tanda suatu ikatan perkawinan/ tunangan diletakkan pada Jari Manis.

Cincin dipasang di jari manis sebelah kanan, mempunyai arti ikatan perkawinan. Sedangan cincin dipasang pada jari manis sebelah kiri, diartikan sebagai ikatan sebuah pertunangan (belum syah lagee).

Jika cincin sudah melingkar di jari manis, kita tidak boleh lagi menoleh ke lain hati lain apalagi mendua. Karena cinta kasih sayang sudah terbina, terjalin, terikat dan menyatukan 2 hati yang berbeda dalam sebuah perjanjian yang sudah disepakati secara bersama dengan pihak orang tua dan keluarga.

Nah, saya mau ceritakan dikit kenapa cincin tanda sebuah ikatan kasih sayang diletakkan pada jari manis ?.

Cerita ini saya baca di dalam pesawat, saat perjalanan dari Banda Aceh menuju Jakarta.

Ada mitos yang mengatakan bahwa, ibu jari diartikan mewakili orang-tua, telunjuk mewakili saudara, jari tengah mewakili keutuhan sebuah pernikahan, jari manis mewakili pasangan hidup (suami-istri), dan jari kelingking mewakili keturunan (anak).
Satukan kedua tangan anda dan tekuk jari tengah ke bagian dalam, kemudian 4 jari lainnya dipertemukan ujungnya (lihat gambar).

Permainan dimulai dengan menyatukan semua jari, lalu melepaskannya satu per satu.

Kita mulai saja dari ibu jari, atau yang umumnya orang bilang jempol.

  1. Buka ibu jari anda, yang diibaratkan mewakili orang tua. Karena suatu saat nanti orang tua akan meninggalkan kita. Sehingga, tidak mempengaruhi sebuah ikatan pernikahan yang diibaratkan pada jari tengah. Lalu satu kan kembali ibu jari anda.
  2. Lalu, buka jari telunjuk yang diibaratkan mewakili saudara kita (abang, kakak, adik dll). Mereka akan memiliki keluarga sendiri, sehingga suatu saat nanti akan meninggalkan kita. Jari tengah masih tetap tidak terlepas. Lalu satukan kembali jari telunjuk anda.
  3. Kemudian, buka jari kelingking anda yang mewakili anak-anak. Dan, cepat atau lambat mereka juga akan meninggalkan anda, karena merekapun nantinya akan berkeluarga sendiri. Lalu satukan kembali jari kelingking anda.
  4. Selanjutnya bukalah jari manis anda, letak cincin ikatan pernikahan/ tunangan dipasang. Anda akan merasa sulit untuk melepaskannya, karena jari manis mewakili suami-istri, yang seharusnya tetap terjalin sehidup semati.
  5. Jika Jari manis terlepas, maka jari tengah yang mewakili keutuhan sebuah pernikahan yang suci dan sakral tersebut akan hancur terpisahkan (cerai).
Anda ga percaya ??? Coba deh praktikin.... hhhhh.... cukup di tangan saja, jangan trus praktik langsung nikah... ha haaaa....

Yaaa.... Begitulah konon ceritanya, kenapa cincin sebuah ikatan diletakkan pada jari manis.



Salam,
HJK








Rabu, 28 Desember 2011

Kepedulian

Sebulan yang lalu,....
Seorang bapak tua meminta waktu melalui satpam untuk bertemu dengan saya. Sesuai keterangan yang disampaikan oleh satpam kepada saya, bahwa beliau ingin ikut berpatisipasi dalam pembangunan proyek yang sedang saya jalankan. Dan, sayapun mengizinkannya untuk masuk dan bertemu.
Lalu, tamu tersebut diantar masuk oleh satpam menemui saya.

Begitu ketemu saya, beliau bertanya kepada satpam yang mengantar tadi, “ apakah ini pak Haji nya ? “….iya pak, sahut satpam dan segera keluar dari ruangan saya. “ Masya-Allah, saya pikir yang namanya pak Haji tadi sudah tua. Ternyata masih muda sekali, mungkin seumuran anak saya yang paling kecil, ya. Sekarang dia di Australia sedang mengambil sekolah S2 nya “, lanjut bapak tadi.

Kamipun berkenalan, dia menjabat tangan saya lamaaaaaa sekali dan menyebutkan namanya “ Saya Haji Rosyid “ bersamaan dengan itu dia mencabut dompetnya dan memberikan kartu nama pada saya.

Pak Rosyid datang sambil membawa sebuah album foto yang besar. Awalnya saya berpikir bahwa itu adalah album foto kegiatan proyek yang sudah beliau  kerjakan. Namun dugaan saya salah, ternyata itu album foto kenangannya ketika bersama para pejabat tinggi, juga termasuk salah satunya yang sering saya lihat di proyek, bapak menteri PU - Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE.

Menurut ceritanya, beliau sangat dekat dengan pak Jokir (sebutan bpk Joko Kirmanto), dan besarnya perusahaannya pun berkat pembelajaran, arahan dan petunjuk dari beliau. Sehingga sampai dengan saat ini beliau masih tetap aktif dalam dunia jasa konstruksi.

Waktu saya jadi agak tersita lama dengan pak Rosyid, sebab beliau menceritakan masa mudanya, juga keberhasilan anaknya yang di Australia. Saat itu, saya menjadi pendengar yang baik, sehingga dia pun semangat bercerita. Memang orang seumur beliau yang sudah 71 tahun, biasanya selalu bercerita tentang keberhasilan saat mudanya dulu yang masih dihormati, disegani dll.

Kasihan juga melihatnya, matanya sudah berkaca-kaca, badannya sudah tak lagi tegap seperti dulu dalam fotonya. Jalan dan gerakannya pun tidak lincah lagi, tangannya pun bergetar saat menunjukkan foto dirinya bersama para pejabat negeri ini. Namun demikian, masih tampak guratan ketampanan wajahnya serta kerapihannya dalam berbusana.

Tidak tega juga melihatnya, sudah setua ini masih bekerja. Tapi mungkin beliau justru akan sakit jika tidak aktif bekerja, bergerak dan berpikir. Sehingga otaknya masih termemori dengan baik, karena selalu digunakan untuk berfikir dan berpikir terus sehingga tidak menjadi pikun.

Setelah ngobrol panjang lebar.... akhirnya saya menjanjikan pekerjaan untuknya, tapi baru bisa dilaksanakan 1 bulan kemudian.

Setelah berselang 1 bulan, sayapun teringat akan janji yang pernah terucap. Lalu saya hubungi HP pak Rosyid.... berkali-kali... sampai akhirnya diangkat oleh anaknya. Dan disampaikan bahwa bapak sedang sakit keras.

MasyaAllah...semoga Allah mudah kan kesembuhannya.... Aamiin

Hmmm.... Saya jadi terbayang jika sudah tua nantinya.  Apakah masih ada sahabat/ mitra yang peduli dengan ku ?

Ya, Inilah yang membangkitkan semangat saya untuk selalu bekerja/ beribadah sebaik mungkin, agar nantinya menjadi insan yang mulia….baik secara hablum minallah, maupun hablum minannas….Amin


Salam,
HJK


Teringat pesan orang tua, gunakan 5 masa untuk meningkatkan kadar ibadah mu :
  • Gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu tiba….
  • Gunakan masa sehatmu sebelum masa sakitmu tiba…
  • Gunakan masa luangmu sebelum masa sempitmu tiba…
  • Gunakan masa kayamu sebelum masa miskinmu tiba…
  • Gunakan masa hidupmu sebelum masa matimu tiba…

Selasa, 27 Desember 2011

Meninggal dalam keadaan tidak rela pada anaknya

Dari seorang ahli faqih, bahwa ketika ditanya tentang kedua orang tua yang telah meninggal dalam kemarahannya, apakah masih mungkin jika anaknya berusaha agar keduanya menjadi rela sesudah wafatnya ?

Dikatakan "bisa" dengan tiga syarat:
  1. Hendaklah si anak menjadi orang yang shaleh,
  2. Hendaklah si anak bersilaturahim kepada kerabat dan handai taulan kedua orangtuanya,
  3. Hendaklah si anak memohonkan ampunan untuk keduanya dan mendo'akan kebaikan untuk keduanya bahkan bersedekah juga untuk mereka.
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." [QS An-Nisaa:36]


Salam,
HJK

Senin, 26 Desember 2011

Memuliakan Ibu #4

Dikisahkan salah satu sahabat Rosul yang mengalami sakratul maut, namun tak kunjung bisa mengucap kalimat tauhid. Bahkan ketika ditalqin oleh Rasulullah sekalipun.

Lalu Rasulullah bertanya kepada para sahabat, apakah ibu dari orang tersebut masih hidup ?.

Lalu sahabat mengiyakan.

Dan Rasulullah memerintahkan kepada salah satu di antara sahabat untuk mengabarkan kepada sang ibu, bahwa Rasulullah memanggilnya. Jika beliau berhalangan, maka Rasulullah lah yang akan mendatangi sang ibu.

Maka seorang sahabat pun berangkat menjemput sang ibu dari pria yang tengah sakratul maut tersebut. Dan sang ibu pun berkata bahwa sepantasnyalah dia yang mendatangi Rasulullah.

Ketika tiba di tempat anaknya yang tengah mengalami kesulitan mengucap kalimat tauhid, maka sang ibu pun berkata pada Rasulullah bahwa si anak pernah menyakiti hatinya.

Namun karena tak tega melihat penderitaan si anak, di hadapan Rasulullah, dia pun mengatakan bahwa dia sudah ridho pada anaknya.

Dan si anak pun mampu mengikuti kalimat tauhid yang diucapkan ketika Rasulullah mentalqinnya. 


----------

Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibn Abbas r.a. berkata: "Tiada seorang mukmin mempunyai kedua ibu bapa lalu ia pagi-pagi ia taat dan baik pada keduanya melainkan Allah s.w.t. membukakan untuknya daun pintu syurga, dan tidak mungkin Allah s.w.t. ridho padanya jika salah satu ibu atau bapanya murka kepadanya sehingga mendapat ridho dari keduanya. Ditanya: Meskipun orang tua itu zalim? Jawabnya: Meskipun zalim. Dan didalam hadis marfu' ada tambahan: Dan tiada pagi-pagi ia durhaka (menyakiti hati) orang tuanya melainkan Allah s.w.t. membukakan baginya dua pintu neraka dan jika hanya satu maka satu."

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: " Jangan memutus hubungan pada orang yang dahulu kawan baik pada orang tuamu, niscaya akan padam nur cahayamu." Seorang dari suku Bani Saliman datang kepada Rasulullah s.a.w. dan bertanya: "Kedua orang tuaku telah mati, apakah ada jalan untuk berbakti pada keduanya sesudah mati itu?" Jawab Nabi muhammad s.a.w.: "Ya, membaca istighfar untuk keduanya dan melaksanakan wasiat keduanya dan menghormati sahabat-sahabat keduanya dan menghubungi keluarga dari keduanya."

Ibu Abbas r.a. mengartikan Surah Al Isra ayat 23 ; (Yang bermaksud) Tuhanmu telah menyuruh supaya kamu jangan menyembah (mengesakan) selain padaNya. Dan terhadap kedua ibu bapa harus berbakti (taat dan baik) apabila telah tua salah satunya atau keduanya disisimu, maka jangan menunjukkan sikat atau sikap jemu atau berkata: Cih, kepada keduanya, umpama jika kau samapi membuang kencing atau najis ibu atau bapa, maka jangan kau tutup hidungmu dan jangan muram mukamu sebab keduanya telah mengerjakan semua itu dimasa kecilmu, dan jangan membentak keduanya dan berkatalah dengan lemah lembut, sopan santun, ramah tamah dan hormat.

  

Salam,
HJK

Banda Aceh dan Masjid Lampu'uk



Masjid Rahmatullah - Lampu'uk, saat ini
Banyak cerita yang aneh tentang sebelum terjadinya Tsunami.
Ada menceritakan bahwa sudah terlalu banyak kemaksyatan yang diperbuat di Bumi Serambi Mekkah ini.
Lalu, ada juga yang bercerita, memang harus terjadi agar tidak ada lagi permusuhan antara GAM dan TNI.
Disisi lain, Ada pula cerita yang menyudutkan salah satu agama.
Namun, Ada juga yang bercerita bahwa kejadian itu akibat adanya percobaan bom nuklir yang dilakukan di tengah laut lepas. Karena hulu ledaknya sangat besar, maka pengaruhnya sampai luas terjadi di Asia Tenggara.

Tapi, apapun ceritanya,....
Terlepas apakah cerita tersebut benar atau tidak, cukup kita ambil hikmahnya saja sebagai bagian yang sangat berharga dalam mentafakuri hidup ini.

Bahwa setiap insan yang hidup pasti akan mengahadapi kematian. Hanya saja, kita tidak tahu kapan ajal menjemput diri kita masing-masing. Jadi, siapkan diri kita masing-masing dengan Iman, Islam dan Ihsan yang kuat.
Semoga saat ajal menjemput, kita semua dalam keadaan Khusnul khotimah.... dan semoga dijauhkan dari keadaan Su'ul khotimah.


Masjid Rahmatullah-Lampu'uk, setelah Tsunami
  Masjid Rahmatullah-Lampuuk di Banda Aceh, menjadi saksi sejarah kejadian Tsunami. Semua bangunan di sekitar masjid pada hancur lebur. namun, masjid tetap dalam kondisi terjaga. Maha Besar Allah....


Masjid Rahmatullah 2 bulan setelah Tsunami
 Bencana Tsunami memang masih menjadi trauma besar bagi orang-orang yang lolos dari maut. Banyak diantara mereka yang menangis di Masjid saat do'a yang dibacakan dalam bahasa Indonesia itu. Mereka merasakan pedihnya kehilangan apa yang dimiliki dan menjadi kebanggaannya. Meskipun mereka pun tahu bahwa Allah lah pemilik semua di dunia, yang sewaktu-waktu akan diambilnya.

Dalam ceramah tadi, sang Ustad pun mengingatkan "Jangan pernah mempertanyakan pada Allah" dan juga "Jangan pernah mengeluh kepada orang lain". Seharusnya kamu ikhlas dan ridho bukannya mempertanyakan, karena semua pasti ada hikmah yang terkandung di dalmnya.

Kemudian sang Ustad melanjutkan lagi : "Sesungguh Allah lebih tau dari apa-apa yang engkau tidak ketahui". Sebaiknya gunakan waktumu lebih banyak untuk beribadah, serahkan dan ikhlaskan semua masalahmu pada Allah, insya-Allah derajat keimananmu akan meningkat.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Al-Baqarah : 286).



Bagi yang masih hidup, janganlah selalu bersedih. Kita perlu sedih jika masih banyak maksiat dan dosa pada diri ini. Segeralah bertobat sehingga kita selalu siap, kapanpun ajal menjemput kita. Angkatlah kedua tanganmu, tundukkan kepalamu, dan segera lah bermohon kepada Allah.

Jika akibat Tsunami menjadikan kita orang yang miskin harta, janganlah pula bersedih. Itu semua hanya sifat duniawi saja. Mulia atau hinanya seseorang, hanya Allah yang tahu. Jadi, sepanjang kita sudah beribadah dengan benar, maka jangan ambil pusing dengan pandangan orang tentang diri kita.

"Karena Allah lah yang berhak menilai diri kita."



Salam,
HJK

Banda Aceh berkabung




7 Tahun yang lalu, tepatnya tanggal 26 Desember 2011 sekitar jam 10.00 WIB, Banda Aceh dilanda bencana yang tidak dapat dilupakan oleh Bangsa kita, Indonesia. Bencana yang secara tiba-tiba itu menewaskan sekurangnya 300.000 jiwa.

Gempa ini merupakan gempa bumi terdahsyat 9,3 skala richter, dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Gempa terjadi pada waktu 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° EKoordinat: 3.316° N 95.854° E, di Pantai Lepas Meulaboh, kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer.

Diawali dengan Gempa bumi yang maha dahsyat, tak lama kemudian....,

Terdengar patahan lempengan bumi layaknya suara bom dari tengah lautan. Dan seketika itu, air laut dipinggiran menjadi surut, karena tersedot kearah patahan lempengan bumi tersebut. Banyak penduduk mengira air laut surut secara tiba-tiba, sehingga banyak orang yang bermain dipesisir pantai, lalu bergerak ke arah tengah lautan. Namun, tak diduga ternyata air kembali lagi ke daratan dengan ombak yang sangat tinggi. orang-orang yang bermain di pantaipun sudah tak sempat lagi untuk lari untuk menghindari kuatnya desakan air dari lautan.

Begitu kuatnya desakan air membuat rumah dan penduduk hanyut di luluh lantakkan. Air dari lautan mendesak masuk kedalam kota Banda Aceh, bagaikan saluran tak bertepi. Banda Aceh kala itu terlihat bagai dataran yang dipenuhi oleh derasnya dorongan air dari lautan.

Tsunami telah meratakan bumi Serambi Mekah ini. Entah dosa apa yang telah penduduk Aceh lakukan sehingga Allah menjatuhkan musibah yang besar di daerah tersebut. Atau mungkin bumi mencari keseimbangan diri agar tidak lepas dari garis rotasinya. Jika bumi telah bergerak dari sumbu rotasinya, maka kiamatlah yang akan menimpa kita.

Banda Aceh berkabung.
Tidak semua instansi melakukan aktifitas kegiatan, baik pemerintah maupun swasta. Semua melakukan do'a bersama di masjid-masjid untuk tafakur dan sambil mengoreksi diri.

Beberapa penduduk dan instansi NAD ada yang memasang bendera setengah tiang, sebagai tanda belasungkawa yang mendalam, mengingat tragedi yang memilukan tersebut.

Banyak sanak-saudara, keluarga, anak, istri, suami, dan semuanya hilang lenyap tanpa ada pesan sebelumnya. Kehilangan yang mendadak tersebut hingga kini masih membekas di hati orang-orang yang mengalaminya secara langsung.

Jika saya bertemu dengan mereka yg hampir menjadi korban ganasnya tsunami, selalu saja matanya berkaca-kaca saat menceritakan kejadian tersebut. Ternyata, 7 tahun tidak cukup untuk menghapus kenangan tragedi tersebut.

7 Tahun sudaah Tsunami berlalu, saat ini 26 Desember 2011, kondisi NAD sudah jauh dari yang dibayangkan orang.
Jika ada yang datang ke Banda Aceh, pasti mereka akan bertanya, dimana lokasi tsunami itu ? Karena memang tidak tampak bahwa 7 tahun yang lalu NAD ini porak poranda.

Yang terlihat adalah pembangunan dan roda perekonomian sudah berjalan sangat pesat. Pembangunan ada dimana-mana. Infrastruktur, pembangunan perkotaan, drainase dan segalanya sudah pulih seakan tak pernah ada kejadian yang mengerikan di sini.

Jika kita mengingat kembali musibah itu, terkadang kita bertanya dalam hati.
Apakah Allah murka ? Apakah ini semua ujian bagi hamba-Nya ? Apakah banyak problematika duniawi di NAD, sehingga banyak yang harus dimusnahkan ? Apakah dunia inu sudah semakin tua ? Apakah ini tanda-tanda akhir jaman ?

Hanya Allah yang maha Tahu.

Maka,....
Beribadahlah engkau dengan sebaik-baikya, seolah-olah engku akan mati esok hari.
Namun, Bekerja dan belajarlah engkau sebaik mungkin, seolah-olah engkau hidup selama-lamaya.


Salam,
HJK