Tampilkan postingan dengan label Me and Project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Me and Project. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2012

PDA - Pile Driving Analizer




Pelaksanaan Loading test di Proyek Jalan Tol Bali ini, dilakukan dengan methode PDA (pile driving analyzer) test.

 PDA adalah sebuah komputer yang dapat mengolah data yang diperoleh dari tes dinamis terhadap suatu tiang pancang. Dari test dinamis tersebut diatas, dapat ditentukan bermacam-macam besaran yang terjadi pada tiang, antara lain ; daya dukung ultimit, integritas tiang, gaya maksimum yang terjadi pada tiang, energi yang di transfer.

Pelaksanaan test PDA ini cukup singkat, hanya membutuhkan waktu ± 30 menit saja  untuk 1 titik tiang pancang. Dimulai dari awal saat pengeboran, pemasangan strain transducer, accelerometer, sampai terhubung pada komputer PDA, hingga pemancangan untuk mendapatkan data tiang.

Sebelum pelaksanaan PDA, sebaiknya minta pada pihak aplikator PDA untuk :
1.    Melakukan presentasi, dan
2.    Menyerahkan bukti kalibrasi alat.

Hal ini dilakukan untuk menjamin kemampuan penguasaan personil pihak aplikator dan kebenaran data yang dihasilkan oleh alat PDA tersebut.



Dan sebelum pelaksanaan PDA test di lakukan, diperlukan beberapa informasi sebagi data masukan dalam komputer PDA ; 

     1.    Nama Proyek dan Lokasi titik PDA,
     2.    Tanggal pemancangan,
     3.    Panjang tiang dan diameter tiang,
     4.    Panjang tiang tertanam,
     5.    Jenis tanah hasil borlog,
     6.    Daya dukung tiang ultimate.


Pelaksanaannya cukup mudah dan cepat.
The strain transducer and accelerometer, ditempelkan (dengan cara di bor terlebih dahulu) pada minimal 2x diamater tiang uji dari kepala tiang, dan 2 x diameter dari dasar tanah. Hal ini untuk mengamankan alat transducer dan accelerometer saja.


Jika kepala tiang pecah saat dilakukan PDA, maka posisi letak alat pembaca data tadi tetap aman. Demikian juga jika saat pemancangan terjadi penurunan tiang, maka posisi alat baca terhadap dasar tanah juga tetap aman. Karena menurut pihak aplikator PDA, harga alat transducer dan accelerometer ini sangat mahal.
Regangan dalam tiang dan penurunan relative antara tiang dengan element tanah disekitar tiang akan menghasilkan gelombang akibat reaksi dari element tanah sekitar tiang. Dari pengolahan data-data tersebut diatas dengan menggunakan Case Method, dapat ditentukan bermacam-macam besaran yang terjadi pada tiang antara lain daya dukung ultimit, integritas tiang, gaya maksimum yang terjadi pada tiang energi yang di transfer dan sebagainya.


Untuk selanjutnya hasil PDA akan dianalisa dengan menggunakan CAPWAP. Dalam analisis ini, engineer membuat pemodelan dari tanah dan tiang dalam bentuk kurva dan harus matching dengan kurva yang dihasilkan oleh PDA. Jika kurva matching, engineer akan dengan mudah menganalisa karakteristik tiang, tanah dan interaksinya. CAPWAP juga dapat memperkirakan distribusi dari daya dukung friksi dan ujung/ end bearing.


Salam,
HJK



Rabu, 23 Mei 2012

Kondisi spesial teluk Benoa

Proyek Pembangunan Jalan Tol yang menghubungkan antara Nusa dua - Ngurah Rai - Benoa adalah jalan tol pertama yang dibangun di Pulau Bali.

Konstruksi bangunan ini 90 % berada di atas teluk Nusa dua - Ngurah Rai - Benoa. Penyanggah pondasi bangunan diatasnya, menggunakan Tiang Pancang spun pile diameter 600 mm.

Kondisi pasang
Kondisi pekerjaan di teluk ini sangat spesial, karena berkaitan erat dengan pasang surut air laut. Sehingga penentuan metode pemancangan harus sudah betul betul disiapkan dengan tepat sebelum mulai memobilisasi peralatan menuju titik pancang.

Data yang harus dimiliki sebelum pemancangan di teluk/ laut adalah, data ukur dasar laut/ bathimetri serta data pasang dan surut air laut. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kedalam air pada saat pasang maupun pada saat surut, sehingga dapat menentukan arah/ alur untuk memobilisasi alat pancang di atas ponton.

Untuk lebih leluasa dalam penggunaan ponton dan tug boat di teluk ini, harus yang mempunyai kedalaman draft maksimal 1.50 m pada saat pasang. Jika kedalaman draft melebihi batas tersebut, pergerakan tug boat menjadi sangat terbatas, karena kondisi surut lebih lama dibandingkan saat pasang.

Pada saat kondisi surut, lokasi teluk ini menjadi dataran yang dapat dijalani oleh orang-orang pencari kerang. Dan keadaan ini terjadi setiap 7 jam sekali.

Kondisi surut
Pemilihan model ponton pun disesuaikan kondisi lapangan. Untuk lokasi yang tetap berair ketika sedang surut, digunakan ponton maksimal 150 feet. Sedangkan untuk lokasi yang berupa daratan ketika sedang surut, mempergunakan ponton segmental. Dengan harapan, ponton segmental tersebut dapat dipindahkan secara manual terpisah, jika kondisi air laut sedang surut.

Kelemahan dari ponton segmental ini, justru  tidak dapat melakukan pemancangan pada saat air sedang tinggi. Karena posisi antar segment tidak dibuat kaku, sehingga kurang stabil jika melakukan pemancangan di atasnya. Tidak dibuat kaku sambungan antar segment tersebut, agar memudahkan saat melepas dan memindahkan ponton segmental secara manual.

Penggunaan tugboat untuk menarik ponton material dan ponton alat pancang hanya pada saat keadaan pasang saja. Sehingga, jam kerja tug boat dapat diartikan, hanya pada saat pasang saja. Sedangkan alat pancang segmental diatas ponton hanya bekerja pada saat surut saja.

Jam kerja pun disesuaikan dengan data pasang surut yang ada.
Untuk operator tug boat, bekerjanya khusus pada saat pasang saja. Sedangkan untuk operator pancang ponton segmental, bekerjanya khusus pada saat surut saja.

Pemancangan pada kondisi yang spesial ini tentunya menjadi evaluasi harian tim proyek, untuk selalu mencari improvement agar mencapai produksi/ target pemancangan minimal per alat 6 titik/ alat/ hari.

Bravo, untuk Tim Proyek.
Selamat bekerja dan berjuang.

Semoga menghasilkan keuntungan buat perusahaan, baik itu secara financial maupun penampilan.



Salam,
HJK

Rabu, 28 Desember 2011

Kepedulian

Sebulan yang lalu,....
Seorang bapak tua meminta waktu melalui satpam untuk bertemu dengan saya. Sesuai keterangan yang disampaikan oleh satpam kepada saya, bahwa beliau ingin ikut berpatisipasi dalam pembangunan proyek yang sedang saya jalankan. Dan, sayapun mengizinkannya untuk masuk dan bertemu.
Lalu, tamu tersebut diantar masuk oleh satpam menemui saya.

Begitu ketemu saya, beliau bertanya kepada satpam yang mengantar tadi, “ apakah ini pak Haji nya ? “….iya pak, sahut satpam dan segera keluar dari ruangan saya. “ Masya-Allah, saya pikir yang namanya pak Haji tadi sudah tua. Ternyata masih muda sekali, mungkin seumuran anak saya yang paling kecil, ya. Sekarang dia di Australia sedang mengambil sekolah S2 nya “, lanjut bapak tadi.

Kamipun berkenalan, dia menjabat tangan saya lamaaaaaa sekali dan menyebutkan namanya “ Saya Haji Rosyid “ bersamaan dengan itu dia mencabut dompetnya dan memberikan kartu nama pada saya.

Pak Rosyid datang sambil membawa sebuah album foto yang besar. Awalnya saya berpikir bahwa itu adalah album foto kegiatan proyek yang sudah beliau  kerjakan. Namun dugaan saya salah, ternyata itu album foto kenangannya ketika bersama para pejabat tinggi, juga termasuk salah satunya yang sering saya lihat di proyek, bapak menteri PU - Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE.

Menurut ceritanya, beliau sangat dekat dengan pak Jokir (sebutan bpk Joko Kirmanto), dan besarnya perusahaannya pun berkat pembelajaran, arahan dan petunjuk dari beliau. Sehingga sampai dengan saat ini beliau masih tetap aktif dalam dunia jasa konstruksi.

Waktu saya jadi agak tersita lama dengan pak Rosyid, sebab beliau menceritakan masa mudanya, juga keberhasilan anaknya yang di Australia. Saat itu, saya menjadi pendengar yang baik, sehingga dia pun semangat bercerita. Memang orang seumur beliau yang sudah 71 tahun, biasanya selalu bercerita tentang keberhasilan saat mudanya dulu yang masih dihormati, disegani dll.

Kasihan juga melihatnya, matanya sudah berkaca-kaca, badannya sudah tak lagi tegap seperti dulu dalam fotonya. Jalan dan gerakannya pun tidak lincah lagi, tangannya pun bergetar saat menunjukkan foto dirinya bersama para pejabat negeri ini. Namun demikian, masih tampak guratan ketampanan wajahnya serta kerapihannya dalam berbusana.

Tidak tega juga melihatnya, sudah setua ini masih bekerja. Tapi mungkin beliau justru akan sakit jika tidak aktif bekerja, bergerak dan berpikir. Sehingga otaknya masih termemori dengan baik, karena selalu digunakan untuk berfikir dan berpikir terus sehingga tidak menjadi pikun.

Setelah ngobrol panjang lebar.... akhirnya saya menjanjikan pekerjaan untuknya, tapi baru bisa dilaksanakan 1 bulan kemudian.

Setelah berselang 1 bulan, sayapun teringat akan janji yang pernah terucap. Lalu saya hubungi HP pak Rosyid.... berkali-kali... sampai akhirnya diangkat oleh anaknya. Dan disampaikan bahwa bapak sedang sakit keras.

MasyaAllah...semoga Allah mudah kan kesembuhannya.... Aamiin

Hmmm.... Saya jadi terbayang jika sudah tua nantinya.  Apakah masih ada sahabat/ mitra yang peduli dengan ku ?

Ya, Inilah yang membangkitkan semangat saya untuk selalu bekerja/ beribadah sebaik mungkin, agar nantinya menjadi insan yang mulia….baik secara hablum minallah, maupun hablum minannas….Amin


Salam,
HJK


Teringat pesan orang tua, gunakan 5 masa untuk meningkatkan kadar ibadah mu :
  • Gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu tiba….
  • Gunakan masa sehatmu sebelum masa sakitmu tiba…
  • Gunakan masa luangmu sebelum masa sempitmu tiba…
  • Gunakan masa kayamu sebelum masa miskinmu tiba…
  • Gunakan masa hidupmu sebelum masa matimu tiba…

Sabtu, 24 Desember 2011

Banda Aceh rencana hujan seminggu

Ternyata orang-orang di Banda Aceh memiliki kesamaan dalam memprediksi hujan dengan orang2 pada umumnya. Jika hujan jatuh pada hari Jum'at, maka akan datang hujan lagi selama 1 minggu kedepan.... waduh....

Ketika saya mengerjakan proyek di Pulau Jawa, di Kendari, di Makassar, dan di Padang, merekapun mempunyai prediksi yang sama jika hujan jatuh pada hari Jum'at.

Heran juga sih, dari mana datangnya ilmu perhitungan tersebut. Apakah mempergunakan rumus Phytagoras, interpolasi, integral, Linier, Parabola, Matrix, Sinus, Cosinus, Tangen... ha haaa, semakin ngaco gara2 kehujanan.
Ya,.... Mungkin saja ada dasar perhitungannya, atau informasi turun temurun dari para leluhur.

Memang sih, sewaktu saya kecil dulu pernah mendengarnya sejak jaman mbah Buyut saya masih hidup. Sewaktu saya tanyakan pada mbah Buyut, ternyata dia juga tau dari mbah Buyutnya juga.... ha haaaa...

Tapi, kenapa ya perkiraan itu menjadi benar adanya.
Saya nggak paham ilmu alam, ilmu falaq, ilmu rukyah, dan ilmu hitam... saya hanya ingin tahu apa penyebabnya, ya ?

Apakah juga karena pengaruh rotasi bumi, pengaruh rotasi galaxy lainnya, atau bumi  mengorbit menjauh dari matahari...aaahh ga tau dah.... yang penting bila turun hujan pada hari jum'at, maka akan berkelanjutan hingga 1 minggu ke depan.

Makanya, jangan banyak cucian. Kalopun ada, jemuran agar dimasukkan kedalam rumah. Sehingga pada saat mau keluar rumah, ga kepikiran sama jemuran lagi di rumah....

jangan sampai "wah jemuran lupa diangkat !!!!".

wkwkwkwk......

Tapi, yang jelas ada tangan Allah di sini. Karena, tak akan jatuh selembar daunpun dari pohon, tanpa ridho dari Allah SWT. Semua sudah diatur oleh Allah, agar terjadi keseimbangan di dalam seluruh alam jagat raya ini. Alam raya ini akan mencari keseimbangannya sesuai dengan Sunnatullah-Nya.



Salam,
HJK

Jumat, 23 Desember 2011

Banda Aceh Siaga Banjir

Awan di langit terlihat hitam kelam.
Sinar matahari yang biasanya bersinar sangat menyilaukan mata, seolah tak mampu menembus tebalnya awan hitam yang menyelimuti kota ini.
Hampir seluruh wilayah Banda Aceh terbendung oleh awan gelap ini. Pertanda hujan deras akan segera turun.

Dan seperti biasa, peringatan melalui telepon dan BBM dari beberapa pihak yang berkompeten meminta agar semua tim Proyek Drainase Kota untuk siap-siap patroli ke lapangan, memantau sejauh-mana hasil kerja dari proyek ini. Ya, sekaligus comissioning dan running test channel lah.... apakah sesuai yang diharapkan atau belum maksimal.

Pas selesai sholat Jum'at, hujan pun betul-betul turun layaknya diguyur air yang ditumpahkan langsung dari langit. Hujan langsung turun deras, tanpa melalui tahapan gerimis terlebih dahulu. Jarak pandang dari dalam mobil hanya mampu menembus 5 meter saja.
Ya, ... Alhamdulillah, semoga pertanda rezeki yang barokah.

Semua paket proyek yang berjumlah 4 paket, bersiaga di zona lokasi masing-masing. Karena channel setiap Zona paket proyek, tidak ada yang saling berhubungan. Sehingga, pengecekan jadi lebih mudah, karena hanya pada zona pekerjaan masing-masing paket.

30 menit sudah hujan mengguyur deras Banda Aceh, kami pun tenang melihatnya. Sepanjang jalan Daoed Bere'eh aman terkendali, bahkan datangnya air kiriman dari arah hulu pun masih tertampung dalam saluran. Air mengalir dengan kencang tanpa hambatan.

Namun 30 menit kemudian, debit air yang masuk kedalam Retention basin jauh lebih besar dari pada air yang keluar menuju laut lepas. Memang ada penyempitan aliran disana, karena pekerjaan Flushing Gate belum selesai.

Tak lama kemudian, air di selokanpun sudah luber ke badan jalan. Telepon masuk semakin banyak, SMS pun masuk semakin banyak. Adrenalin pun meningkat. Semua yang terlibat di proyek terlihat panik, karena banyak komplain dari warga yang merasa kebanjiran.

Koordinasi by phone terus berjalan dengan Pak Surya sebagi engineer. Dan akhirnya disepakati untuk membongkar tanggul, agar air dapat bebas ke laut lepas.

Alhamdulillah dalam waktu 25 menit semuanya pun beres.

Excavator diberi instruksi langsung dari p' Su. Seperti layaknya pemilik alat. Dia perintahkan excavator menggali tanggul dan plat penyumbat aliran.

Operator pun dimarahi kalo salah gali.

Sementara di sisi seberang tanggul, Pak Eko senyum senyum saja melihat ulah pak Surya ini.

Saat tanggul sudah mulai terbuka, ternyata ada pihak lain yang diuntungkan, yaitu para penjaring ikan. Awalnya mereka hanya mau lihat pembongkaran tanggul, tapi begitu melihat ikan yang banyak, mereka pun lantas menjaringnya.

Hmmm.... Allah memberikan rezeki dari tempat yang tak terduga.

Alhamdulillah, Semua mendapatkan hikmah yang baik.... Semoga tidak ada banjir lagi, sehingga Tahun Baruan nanti bisa bakar ikan dan tidur dengan nyenyak, tanpa terpikir banjir.... banjir... dan banjir lagi.

Tks Pak Su'... yang sudah membatu meng-komandani excavator secara langsung.

He he he....



Salam,
HJK

Rabu, 07 Desember 2011

Proses VO yg berbelit

Sabar...sabar...dan sabar....

Banyak hambatan dan halangan dihadapan kita, kadang membuat adrenalin kita langsung memuncak. Sekecil apapun masalahnya, jika semuanya menjadi percuma, maka serasa sia-sia saja pengorbanan waktu yang sudah digunakan.

Menyelesaikan tugas sesuai tanggung-jawab dengan batasan waktu, itu sudah biasa. Bekerja dari pagi hingga pagi lagi, itupun sudah biassa. Semua yang terlibat, sebenarnya sudah sangat letih dan lelah, namun mereka mengabaikan rasa letihnya hingga semuanya selesai. Karena mereka semua tetap kommit akan batas waktu yang telah ditetapkan.

Semua bekerja tanpa mengenal lelah dan putus asa. Koreksi terus menerus, padahal waktu sudah terbatas. Pagi, siang, malam, hingga ke pagi lagi, hanya untuk menyiapkan tugas data yang diinginkan. Semua mempunyai peran masing-masing dalam penyiapan data yang dibutuhkan. Namun ketika jadwal yang diberikan sudah habis, data tersebut sudah selesai dan langsung diserahkan pada yang berkompeten, .....eeeh,... setelah diterima, .... ternyata tidak dibahas dan hanya tergeletak di atas meja tanpa disentuh sedikitpun.

hmmmm.... ternyata kesabaran sedang di uji, ....

Ya, sebenarnya ujian ini sangat kecil, namun sempat membuat hati mejadi kesal.
Dan sebenarnya, tidak ada yang sia-sia terhadap apa yang sudah dikerjakan.
Itu hanya prasangka kekecewaan saja.
Saya yakin, pada akhirnya akan berbuah kebaikan.

Semoga semua mempunyai hikmah yang terkandung di dalamnya.

----------------------------------

---- Ketika aku memohon kemudahan, Allah memberikan kesulitan agar aku mengerti proses birokrasi yang benar untuk selanjutnya menjadi mudah ----

---- Ketika aku memohon kesabaran, Allah memberikan ujian agar membuatku semakin sabar ----

Ini yang terkadang terlupakan olehku....



Salam,
HJK

Selasa, 20 September 2011

Cape deh....

Demo lagi.... demo lagi....
Aaaahhhh.... cape deh.....

Kok jadi kita yang repot ? aneh juga sih.... pembebasan lahan sebenarnya bukanlah urusan kita, tapi pada akhirnya, kita juga yang dihadapkan dengan masalah di lapangan.

Warga menolak pekerjaan pembangunan TPA-Blb, jika lahan belum diselesaikan. Kita pun dipaksa untuk berhenti oleh warga setempat yang mengaku memiliki lahan garap atas tanah yang bukan miliknya.

Negosiasi di lapangan pun kita lakukan, agar progres lapangan tetap berlanjut. Mereka pun mentolelir sepanjang ada jalan keluar dari pemda setempat. Meskipun agak membuang-buang waktu, akhirnya setujui saja sebisa yang kita bantu untuk menjembatani pertemuan antara pihak warga dengan Pemda setempat.

Ya, seperti biasa.... pihak Pemda jika langsung dipertemukan dengan warga selalu alergi. Heran, apa yang ditakutkan.... padahal mereka kan warga nya sendiri. Justru kita sebagai pendatang di daerah TPA, kok malah dihadapkan dengan permasalahan warga yang belum clear sejak tahun 2007.

4 Tahun masalah itu digantung begitu saja. Sekarang, saatnya pembangunan pekerjaan TPA - Blb, pihak pemda baru menyusun strategi.... waaah telmi.... telat mikir tuh pak....

Akhirnya, diputuskan untuk rapat bersama pihak terkait, untuk mencari solusi. Tapi, pihak warga tidak diundang karena masih menyusun strategi.... lagi-lagi strategi....

Ternyata, 4 tahun tidak cukup untuk menyusun strategi.... h h h....

Ya udah.... dengan niat baik, undangan harus dihadiri, siapa tahu dapat memberikan solusi dan strategi yang baik juga..... Aamiin



Salam,
HJK

Minggu, 18 September 2011

Tak muda lagi

Alhamdulillah.....usiaku terus bertambah setiap harinya, dan hingga saat ini masih dalam keadaan sehat wal'afiat.

Namun tak terasa, bahwa tubuh ini sudah semakin lemah dan rentan terhadap penyakit.

Kebiasaan kerja hingga dini hari, memang sudah menjadi kebiasaan. Apalagi, kalau sudah melihat asiknya kekompakan tim kerja di lapangan. Di bawah sorot lampu spot light dan mercuri ribuan watt, serta padatnya pengaturan traffic managemen di lapangan, membuat perputaran waktu hingga dini hari semakin tidak terasakan.

Menyelesaiakan pekerjaan memang tidak akan ada habisnya. Kita sendiri yang harus bisa mengatur dan mengontrol pola hidup yang seimbang.
Berapa jam untuk bekerja, istirahat dan refreshing.

Seringkali ada masukan dari para senior, "mas, hati-hati kerjanya ya. Atur jam kerjamu sendiri. Istirahat yg cukup, jika kamu sudah merencanakan kerja lembur hingga pagi hari. Jika kamu jatuh sakit, perusahaan akan melupakanmu dalam sekejap".

Hmmm... memang benar adanya. Terima kasih masukan nya.
Semangat bekerja dalam menyelesaikan pekerjaan memang terkadang dapat melupakan segalanya..... ya... segalanya.

"Ya Allah, mudahkan lah setiap amanah yang Engkau berikan kepada kami semua yang terlibat di dalam tim proyek ini. Sehat wal'afiatkan kami semua tanpa terkecuali, agar amanah tersebut dapat kami selesaikan sebaik-baiknya. Dan ridhoi lah setiap langkah yang kami tempuh, karena sesungguhnya kami semua memiliki keluarga yang harus di nafkahi.....Aamiin"



Salam,
HJK

Jumat, 17 Juni 2011

Proyek dan Panglima Sago



Mendekati selesainya Proyek Drainase ini, ternyata situasi di internal mitra kerja yang di dalamnya terdiri dari mantan orang GAM semakin memanas. Tak jelas siapa yang memulai ingkar dalam kesepakatan kerja di internal mereka. Tapi imbasnya, kami juga yang harus masuk di dalamnya untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Jika tidak, pekerjaan akan terhenti.

Sebenarnya, kejadian ini sejak awal sudah terprediksi, tim proyek pun selalu berhati-hati dalam memberikan pekerjaan.

Ketika pelaksanaan proyek akan dimulai, beberapa gerombol orang mendatangi kantor berusaha memancing keributan dalam penguasaan lokasi pekerjaan. Mereka selalu meng klaim dirinya adalah Panglima Sago yang menguasai wilayah tersebut.

Mengenai istilah Panglima Sago, terbentuknya saat terjadi kekerasan di Aceh dahulu. Jadi kala itu, ada istilah Panglima GAM dan Panglima Sago.

Untuk mempermudah koordinasi antar wilayah, Panglima GAM membentuk kelompok kekuatan pada sebuah wilayah yang dipimpin oleh seorang komandan dengan istilah " Panglima Sago ". Mereka umumnya direkrut dari pimpinan kelompok pemuda yang disegani di wilayahnya.

Namun saat ini, beberapa anggota GAM sudah tidak patuh lagi dengan komandannya masing-masing. Mereka lebih mengutamakan penguasaan terhadap proyek-proyek yang bisa dikelola oleh kelompoknya sendiri.

Tanpa ada dasar kemampuan kompetensi dalam bidangnya, jelas saja akhirnya mereka ribut sendiri di dalamnya. Jika ribut, selalu saja masalah yang berurusan dengan pembagian keuntungan dari hasil pekerjaan. Mereka tidak kommit dalam managemen keuangan, sehingga seringkali ada pengaduan pada tim proyek....cape deh....

Akhirnya, semakin hari hubungan mereka dalam kesatuan GAM terlihat sudah mulai pecah dan bergerak masing-masing.

Aneh..., padahal mereka dulunya berada dalam satu kesatuan organisasi yang solid. Tapi entah mengapa, mereka pecah masing-masing tanpa jalur komando lagi dengan menguasai areal daerah yang di klaim miliknya. Dan tak jarang, mereka saling menjelekkan satu dengan lainnya, untuk upaya menarik simpati pribadi.

Meskipun anggotanya sudah carut-marut, namun gelar Panglima Sago masih bangga disandang olehnya.

Yang anehnya lagi, mereka yang bertengkar, tapi tim proyek yang menerima ancaman. Tak jarang juga kami pun terpancing emosi, akibat ke tidak mengertian prosedur yang mereka lakukan.

Ancaman akan membunuh, tak jarang juga dilontarkan dari mulut mereka. Seakan tim proyek ini anak-anak yang baru lahir dan gampang sekali untuk ditakut-takuti oleh mereka, yang mengaku "mantan GAM".

Memang, mereka tidak bisa disamakan dengan preman pada proyek-proyek lain di luar Aceh. Mereka rata-rata bersuara keras, kasar dan tanpa tata krama. Jika ada masalah, selalu datang secara bergerombol. Wajahnya sangar, tubuhnya gempal, tinggi dan hitam, begitulah perawakannya.

Mantan anggota GAM yang muncul di lokasi pada umumnya adalah orang-orang yang sangat mengerikan, jika kita tidak mampu memposisikan diri dengan baik diantara mereka. Namun, dalam majalah terbitan komunitas GAM, justru mereka yang ada di dalamnya adalah orang-orang yang sangat santun, baik, cerdas, pandai, saling tolong menolong dan bijak dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Lalu, siapa yang membuat keresahan di proyek selama ini ? Jangan-jangan hanya seorang preman kampungan yang memanfaatkan nama GAM untuk menakut-nakuti tim proyek.





Wassalam,
HJK

Kamis, 07 Oktober 2010

Back to Work


Setelah standby hampir 2 minggu lamanya, akibat demo warga pemilik Jang, akhirnya pekerjaan timbunan tanah ini dapat diijinkan untuk dimulai kembali.

Demontrasi yang dilakukan oleh pemilik Meu Jang, adalah dampak dari pekerjaan retention basin/ kolam penampungan yang dapat mengakibatkan terhentinya ladang mata pencaharian mereka. Kalau berbicara dengan hati, sebenarnya tidak tega juga menghadapkan mereka secara langsung dengan aparat, apalagi jika sampai terjadi kontak fisik. Mereka rakyat kecil yang hanya minta mendapatkan perhatian dari pemerintah kota agar dibantu dalam mencari alternatif kewirausahaan.

Bantuan per KK Rp. 25 juta sudah ada kesepakatan antara Pemerintah Aceh dan Bank BPD Aceh, namun mereka (para anak meujang) tidak mengerti bagaimana cara mengambil atau mengurusnya, juga dana tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan apa saja, sehingga dana tersebut dapat berputar dan bertambah. Karena jika dana tersebut digunakan untuk hal-hal yang konsumtif, maka dalam waktu dekat akan habis dan dana pinjaman tersebut tidak akan dapat diangsur pengembaliannya.

Dalam menyelesaikan masalah ini, beberapa pihak berkompeten telah banyak membantu jalannya kesepakatan dengan anak Jang ini. Cukup melelahkan memang, karena selama beberapa hari bertemu, solusi yang kami dapatkan hanya membuat dongkol di hati.

Dan akhirnya, melalui penyelesaian koordinasi harian, titik terang pun ada juga. Atas bantuan pak Keuchiek dan Camat, kitapun dapat berjumpa dengan sang petinggi di Aceh, meskipun lama menunggunya 5 jam. Menunggu 5 jam, tapi bertemu tidak lebih dari 5 menit. Hasilnyapun hanya dijanjikan bahwa proses pembayaran akan selesai dalam waktu 3 bulan.
Dan akhirnya, menurut anak Jang, " Jika dalam waktu 3 bulan pemerintah Aceh belum merealisasikan dana tersebut, maka pihak kontraktor harus sepakat menghentikan pekerjaannya, tanpa harus diminta untuk berhenti. Karena kesepakatan ini dibuat atas dasar kepercayaan sesama muslim. "

Ya, Alhamdulillah, sayapun diijinkan dapat kerja kembali sampai dengan batas waktu 25 Desember 2010. Jika pemkot molor/ lalai dari janjinya, maka saya harus berhenti lagi.....yaaa, nasib dah...tapi, tetap harus di syukuri.

Pemilik jang sebenarnya tau, bahwa posisi mereka lemah secara hukum. Mereka tidak punya alat bukti kuat yang melegalkan pemasangan Jang di alur pasang surut sungai - laut. Hanya saja keberadaan mereka memang diakui pemkot telah ada sejak tahun 1900, sebelum negara ini merdeka. (itu sesuai yang tertulis dalam data di kanto Kecamatan).
Jang ini adalah usaha milik keluarga, yang di lakukan secara turun temurun.

Bayangkan saja, sejak tahun 1900 mereka sudah berusaha disana, berarti sudah 110 tahun mengail rezeki di sungai Krueng Titi Panjang tersebut.....hmmm....kasian juga mereka, yang kecil yang tertindas. Semoga mereka mendapatkan lahan mata pencaharian yang baru.

Mudah-mudahan janji pemerintah Aceh ini tidak molor lagi, apalagi di lupakan.
" Lebih baik molor sedikit, karena masih ada yag diharapkan dari pada dilupakan. ", ujar mereka.



Salam,
HJK

Sabtu, 25 September 2010

Meu Jang

Menghadapi demo warga di proyek sih sebenarnya sudah biasa, namun mengahadapi demo dengan para mantan GAM....hmmm...harus hati2 deh bicaranya.

Mereka tidak masalah dengan kami (kontraktor), sebenarnya mereka kesal dengan janji-janji manis terhadap proses ganti rugi akibat hilangnya mata pecaharian warga Lingke, Tibang dan Alue Naga di NAD, pada pelaksanaan Proyek Drainasi kota Aceh. Kontan saja puluhan warga yang terancam akan hilangnya mata pencaharian tersebut, mengancam akan melakukan demo yang besar jika kontraktor melanjutkan pekerjaannya.

“ Kami tidak ada masalah dengan kontraktor pekerjaan ini, yang kami masalahkan adalah penyelesaian pemerintah kota dalam merespons keinginan warga terhadap pembayaran ganti rugi tersebut. Jika belum ada kepastian yang bertanggung jawab terhadap pembayaran ganti rugi "Meu Jang", maka dengan terpaksa pekerjaan penimbunan di Krueng Titi Panjang untuk sementara kami hentikan. Sampai masalah ini selesai ", ujar wakil dari pemilik Meu Jang.

Meu Jang adalah jaring/ perangkap ikan yang dipasang secara tradisional oleh warga setempat untuk menjebak ikan yang masuk ke jaring tersebut pada saat air laut mengalami pasang dan surut. Saat air laut pasang, biasanya ikan-ikan tersebut akan terbawa masuk ke arah hulu dari sungai, dan saat air laut mengalami surut, maka ikan-2 tersebut pun akan terseret kembali ke arah hilir dan dengan sendirinya ikan-2 tadi akan terjebak didalam jaring.

Sebenarnya, penggantian 1 buah jaring saja mungkin hanya sekitar Rp. 2 - 3 juta saja, namun karena ini merupakan sumber utama mata pencaharian warga setempat, maka biaya ganti ruginya menjadi sebesar Rp. 350 juta.

Jumlah total Meu Jang yang terdata resmi di Kecamatan ada 7 Meu Jang, sehingga jika di total jendral menjadi Rp. 2,45 Milyard.

Melihat angka yang di klaim kan warga begitu fantastik, tiba2 ada yang meng klaim lagi bahwa masih ada sejumlah 10 Meu Jang lagi yang belum dibebaskan.....(hmmm...pinter juga yaaa, warga dalam mencari kesempatan dalam permasalahan tersebut).

Untung saja, ulah mereka tidak anarkis dan tidak terprovokasi oleh tindakan beberapa orang yang sebenarnya tidak ada urusan dengan meu jang tersebut.

Mereka berujar, " Kami sengaja melakukan demo dengan memakai sarung dan kopiah, karena memang tujuan kami hanya ingin ada perhatian pemerintah terhadap kelanjutan hidup kami ".

Reaksi serupa dilontarkan warga lainnya. “ Kalau memang nggak punya dana untuk membebaskan lahan kita, ya tidak usah dibangun saja proyek ini. Kan tidak ada manfaatnya juga buat kami, malah buat kami susah. Bangun proyek kok bikin susah orang ".

Dia mengatakan awalnya warga sangat mendukung rencana tersebut, namun karena proses ganti rugi yang sampai saat ini masih belum jelas, maka pihaknya kecewa lalu melakukan demo, dan itupun mereka lakukan (sebenarnya) dengan rasa malu.

He he he he....malu kok tetap demo yaaa....nggak apa deh itu hak mereka...yang jelas dari kejadian hari Kamis tgl. 16 September 2010 itu, kamipun segera menarik alat keluar dari lokasi penimbunan tanah dan menghentikan aktifitas di pekerjaan itu.

Niatnya sih pingin nguber progres pekerjaan agar bisa cepet selesai dan segera pulang lagi ke Jakarta...eeh...ternyata adaaaa saja masalah di lapangan.

Sepertinya harus tetap berlatih diri untuk ber " SABAR ".


Salam,
HJK

Selasa, 09 Maret 2010

Alhamdulillah....


Alhamdulillah….akhirnya, semua pile cap dapat terlaksana secara keseluruhan.

Posisi Pier 8 adalah awal dari kesulitan kami dalam melaksanakan penggalian pile cap sedalam 12,5 m. Namun, setelah kesulitan itu dapat dilalui, ternyata penggalian Pier 2 dan Pier 7, tidak sesulit yang kami bayangkan sebelumnya, meskipun posisi P2 dan P7 lebih dalam dari Pier 8.


Alhamdulillah…disetiap kesulitan pasti ada kemudahan…


Kesulitan itu merupakan ilmu baru yang kita dapatkan, sehingga kita akan merasa mudah jika menghadapi hal yang sama.


Jika menemui kesulitan yang lain lagi, itu pertanda akan ada peningkatan ilmu baru lagi….begitu seterusnya.


Derajat kita akan naik, seiring dengan bertambahnya kesulitan/ masalah yang dihadapi.


Lakukan ikhtiar secara maksimal dan iklas kan apapun keadaannya secara totalitas.


So, jangan pernah mengeluh apalagi menyerah…





Salam,
HJK


Minggu, 21 Februari 2010

Luapan amarah

Kriiiing….segera kuangkat telepon tepat jam 14.50, dan kudengar : ” Pak, segera ke lapangan ada yang urgent !!! sekarang ya pak “, ucap seorang teman dari seberang telepon.

Segera ku pacu kendaraan double gardan warna merah, menuju TKP…Tempat Kejadian Permasalahan….


Sesampainya di lokasi….saya bertemu seseorang dan mengucapkan salam, tapi malah….Dimarahi !!! Dikritik !!! .... yaaa, itu sudah biasa…meskipun dalam hati berkata “@#!?>X#X CVB$%&@ “ (nggak tau mau ngomong apa)….h h h….

Balik marah ?!!?...enggak la yaw….

Hmmm…kalau dipikir-pikir, mungkin marah/ dimarahi itu bagian dari menjalankan amanah ya…h h h…tapi, menurut saya sih,…sebaik-baik amarah adalah dengan tutur kata yang lemah lembut… Jangan menuruti emosi hanya karena luapan rasa marah atau benci pribadi.

Pada dasarnya, setiap manusia itu ingin menjadi seorang yang baik/ sempurna. Dan hati manusia sebenarnya, juga ingin selalu menuju hal yang baik-baik saja. Buktinya, coba saja tanyakan pada seseorang yang anda kenal, mau jadi orang yang baik atau jahat, mau jadi orang yang sabar atau pemarah, mau jadi orang yang ikhlas atau kecewa ? pasti jawabannya mengarah pada yang baik.

Dalam bahasa agama disebut dengan “ Hanif “, yaitu kecenderungan hati untuk selalu berbuat baik.

Berbicara masalah emosi,…hmmm….teringat saya sebuah kisah tentang Sayidina Ali bin Abu Thalib, saat terlibat perkelahian dalam perang Shiffin.

Posisi beliau sudah sangat tertekan, pakaian perang yang dikenakan pun sudah robek semua. Badan berlumuran darah akibat sabetan pedang sang musuh yang ternyata sangat tangguh dan kuat, sehingga beliau belum dapat merobohkannya.

Bahkan dalam satu kesempatan, pedang musuh nyaris menebang leher beliau. Namun dengan kesigapan dan ketangkasannya, Sayidina Ali mampu mengelak dan menyerang balik musuh hingga jatuh terjerembab. Lalu dengan seketika, Sayidina Ali melompat dan menindih tubuh musuhnya, melucuti pedangnya membuang jauh.

Saat senjata tajam beliau sudah siap menghunjam ke jantung musuh, tiba-tiba musuhnya meludahi wajah beliau. Beliau Sayidina Ali sangat marah bukan kepalang.

Tapi,…justru aneh,…pedang yang semula akan dihunjam kan ke jantung musuh, malah dibuang dari tangan beliau. Musuh bukannya langsung dibunuh, malah dilepaskan dari kematian.

“ Mengapa tuan melepas saya ?, mengapa tuan urungkan membunuh saya ? “ , tanya orang tersebut keheranan.

Dengan menahan rasa amarah yang sangat dalam, Sayidina Ali pun berkata : “ Aku tidak mau membunuhmu dengan kemarahan menguasai diriku, akibat kau ludahi mukaku. Dan aku tidak mau mengotori perjuanganku dengan luapan rasa marah dan benci pribadi. “.

H h h….ada yang bisa mencontoh beliau ?...ya, inilah contoh orang yang merdeka. Jiwanya benar-benar tidak mau tunduk pada hawa nafsunya. Karena, dia hanya mau tunduk pada perintah Allah dan Rasul-Nya saja.



Salam,
HJK

  • Jadilah orang yang merdeka, yaitu orang yang hatinya tidak terbelenggu oleh apapun. Sehingga mampu untuk mempertahankan sifat hanif nya.
  • Jika ada yang marah lagi, aku akan berkata (dalam hati) : “ Aku akan menyelesaikannya dengan bahasa yang baik, meskipun kau marahi aku. Dan aku tidak mau mengotori amanah penyelesaian proyek ini dengan luapan rasa marah dan benci pribadi yang menguasai diriku. “....tapi, apa bisa ya ????