Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Juli 2014

Renungan u/ diriku

 
Jangan tertipu dengan usia MUDA, karena syarat Mati TIDAK harus TUA
Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT, karena syarat Mati TIDAK mesti SAKIT
Jangan terperdaya dengan Harta Ke kaya an, Sebab Si kayapun tidak pernah menyiapkan Kain Kafan buat dirinya meski cuma Selembar

Teruslah berbuat BAIK, berniat untuk BAIK, berkata yang BAIK-BAIK,
Memberi nasihat yang BAIK

Meskipun TIDAK banyak orang yang mengenalimu dan Tidak suka dgn Nasihatmu
Cukup lah اللهِ yang mengenalimu lebih dari pada orang lain

Jadilah bagai Jantung yang tidak terlihat, Tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan oleh-Nya

"Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam,
'Amalku tidak bertambah sedikitpun, padahal aku tahu saat ini umurku berkurang".



Salam.

Minggu, 15 Juni 2014

Bahan Renungan

DR. 'Aid al Qarny menggambarkan tentang istrinya:

Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku :

Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping laki-laki yang asing baginya.
Dia tinggalkan rumah orang tuanya.
Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya.
Dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya.

Sekarang ia datang kepada laki-laki yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar.
Dia melayani laki-laki itu sesuai dengan yang diredhai Allah. Semua itu berdasarkan perintah agama, subhanallah.


Dari sini muncul pertanyaan di dalam diriku?!
Kenapa sampai gampang bagi sebagian laki-laki untuk memukul istrinya dengan penuh kekerasan, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya, kemudian datang kepadanya.
Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya?!
Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama istri dan anak-anaknya?!
Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi istrinya, tidak ia ajak keluar dan juga tidak ia temani.
Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki membiarkan istrinya tidur, sementara di dalam hatinya ada kegetiran perasaan dan di matanya ada air mata tertahan?!
Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki pergi berjalan sementara anak-istrinya ia tinggalkan tanpa peduli dengan nasib mereka selama ia pergi.
Kenapa bisa ringan bagi sebagian laki-laki berlepas diri dari tanggungjawab yang akan ia pertanggungjawabkan di akhirat nanti sebagaimana yang di sampaikan oleh Rasulullah?!

Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik keluarganya".


Salm.

Sabtu, 15 Maret 2014

Kenapa aku diuji ?

“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji ? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.” -Surah Al-Ankabut ayat 2-3

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
“Boleh jadi kamu membenci sesu...
atu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” -Surah Al-Baqarah ayat 216

KENAPA SUSAH SANGAT UJIAN INI?
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” -Surah Al-Baqarah ayat 286

RASA FRUST? TENSION? LEMAH SEMANGAT?
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yg beriman.” - Surah Al-Imran ayat 139

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah- daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).” -Surah Al-Imran ayat 200

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” -Surah Al-Baqarah ayat 45

APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka… -Surah At-Taubah ayat 111

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” -Surah At-Taubah ayat 129
Lihat Selengkapnya

 

Minggu, 02 Maret 2014

"Surat Dari Ibu Mertua"


Wahai menantuku,
Aku hanyalah seorang ibu yang ingin berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu, dan engkau sebagai menantuku.
Bila engkau membaca pesan ini, semoga engkau melihat pula bayang wajah ibumu yg telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri tepat dihadapanmu.

Wahai menantuku,
Engkau imam dunia akhirat untuk putriku. Bukankah engkau juga akan membawanya hingga ke baka?

Wahai menantuku,
Bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yg dilakukannya akibat kelemahan dan juga kekurangan darinya, itu menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang dan bukan lagi tugasku.

Wahai menantuku..
Bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa aman untuk putriku? Maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya. Engkau adlh seoarang suami yang diberikan amanah untuk mendampingi putriku, maka bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. Maka sayangi dan peliharalah istrimu dgn jalan Allah.

Wahai menantuku,
Maka selamatkanlah istrimu dari perbuatan dosa-dosa kecil maupun besar. Bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan mengajarkan mereka amal-amal yg memasukkan kedalam Surga untuk bisa dilalui oleh yang harus kau bawa serta? Dan pertanyaan itu akan ditujukan padamu wahai menantuku, bukan padaku lagi.

Wahai menantuku,
Engkau diijinkan untuk menghukum istrimu apabila engkau melihat dari haq mu yang dilalaikan olehnya akan tetapi wahai menantuku, hukumlah putriku sewajarnya namun janganlah engkau menghukuminya dgn mengenai wajahnya dan jgn pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka padanya. Janganlah menghardiknya dengan kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia itu ialah pakaian dari dirimu.

Wahai menantuku,
Aku titipkan putriku padamu buatlah dia tersenyum menuju Surga atas bimbingan darimu.

 

Ust.Ferry Nasution

Minggu, 16 Februari 2014

Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil

Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang tampak berjalan mengenakan sepatu kayu.

”Hati-hati, Nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kau tergelincir,” sang imam menasehati.
 
Bocah miskin ini pun tersenyum, menyambut perhatian pendiri mazhab Hanafi ini dengan ucapan terima kasih.
...Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?” tanya si bocah.
”Nu’man.”
 
”Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a‘dham (imam agung) itu?”
 
”Bukan aku yang menyematkan gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan menyematkan gelar itu kepadaku.”
"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka gara-gara dia. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke kubangan api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”

Ulama kaliber yang diikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Hanafi bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Rabu, 25 Desember 2013

Demi Waktu

Masih ingatkah anda akan Surah Al Ashr ?

Surah ini menawarkan kepada kita, agar tetap dalam kesadaran bahwa tiap detik waktu yg kita jalani di bumi sangat berharga.
Mengajak kita untuk tidak menjadi sosok yang merugi dan mengingatkan kita bahwa waktu yang kita miliki sangat sedikit.
Jangan jadikan waktu seakan bergulir begitu sj tanpa ada manfaat.

Beruntunglah bagi merek
a yang tetap dalam imannya dan yg senantiasa beramal sholih.

Agar hidup lebih bermanfaat bagi orang lain, mari bersama saling ingat mengingatkan dalam hal kebaikan dan juga dalam hal kesabaran.



Salam,

HJK

Selasa, 25 Juni 2013

Kenikmatan sakit

U/ Semua yang sdg sakit. Smg ketakwaannya semakin meningkat.

Sakit, sebagaimana juga setiap ujian, bukan menguji ketangguhan dan kemampuan. Sebab sakit Allah beri sudah sesuai dengan takaran dan daya tahannya.

Ia sejatinya menguji kemauan untuk memberi makna. Maka bagi dia yang mampu memberi makna terbaik bagi sakit, insya Allah kemuliaannya diangkat dan membuat malaikat yang selalu sehat takju...b.

Sakit itu zikrullah. Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya.

Sakit itu istighfar. Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun. Sakit itu tauhid. Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar?

Sakit itu muhasabah. Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali. Sakit itu jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya.

Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

Sakit itu nasihat. Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya.

Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

Sakit itu gugur dosa. Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya. Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoaka oleh mereka.

Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan; diajak maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali kemudian diampuni.

Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis; satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

Sakit meningkatkan kualitas ibadah; rukuk-sujud lebh khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi lebih lama.

Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu.

Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan sakit.

Selasa, 28 Mei 2013

Life begins at fourty

U/ Sahabatku yg telah mencapai usia 40 thn, agar selalu berdo'alah ;

"Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk supaya aku bisa mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat mengerjakan amal sholeh yang Engkau meridhoinya, dan berilah kebaikan kepadaku juga pada keturunanku.
Sesungguhnya aku betaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku temasuk orang-orang yang berserah diri."


Al-Ahqaf

Selasa, 23 April 2013

Tempat bersenang-senang

Pada suatu pagi hari, Abu nawas muda sedang duduk-duduk bersantai di teras rumahnya. Beberapa saat kemudian, datanglah seorang komandan dengan beberapa prajuritnya.
Sang Komandan bertanya, "Wahai anak muda, dimanakah aku bisa menemukan tempat untuk bersenang-senang di daerah sekitar sini?"
"Kalau tidak salah di sebelah sana," jawab Abu Nawas.

"Dimanakah tempat itu?" tany...a salah seorang prajurit dengan sifat yang tidak menghargai.
"Pergilah ke arah sana, lurus tanpa belok-belok, maka kalian akan menjumpai tempat untuk bersenang-senang," jawab Abu Nawas.

Rombongan tentara kerajaan itu akhirnya pergi juga menuju tempat yang sudah ditunjukkan oleh Abu Nawas. Setelah beberapa saat, kagetlah mereka semua karena tempat yang mereka cari tidak ditemukan, kecuali hanya sebuah komplek kuburan yang sangat luas. Dan tentu saja hal ini membuat para tentara berang karena merasa telah ditipu oleh pemuda tersebut.

Mereka pun kembali lagi ke tempat Abu Nawas.

"Wahai anak muda, keluarlah engkau. Kenapa engkau berani sekali membohongi kami?" tanya Sang Komandan yang tidak tahu kalau yang diajak bicara itu sebenarnya adalah Abu Nawas, Si penasehat Kerajaan.
"Siapakah engkau ini? Berani sekali membohogi kami?" tanya salah seorang prajurit.
"Aku adalah ABDI," jawab Abunawas.

Komandan dan para prajurit merasa geram dan marah.

"Prajurit...tangkap dia!!!" seru komandan.
"Engkau akan aku bawa ke Panglima kami," kata komandan.

Oh, rupanya Abunawas hendak dihadapkan ke panglima kerajaan mereka.
"Wahai Panglima, kami telah menangkap seorang pembohong yang berani membohongi pasukan kerajaan," kata komandan.
"Alangkah lancangnya si pemuda ini karena sudah berani berbohong," lanjut komandan.

Panglima bersikap biasa saja, malah dia bahkan memerintahkan kepada prajurit untuk melepaskan borgol yang ada pada tangan Abu Nawas. Komandan dan para prajurit terkejut dan merasa heran, ada apa gerangan ini.

Setelah itu, panglima pun mendekati Abu nawas berkata,
"Tuan Abu, maafkan perbuatan anak buahku di sini ya," kata panglima itu dengan sangat sopannya. Laki-laki gagah dan tampan itu memang sudah saling mengenal satu sama lain karena mereka seringkali bertemu ketika sang khalifah mengundangnya ke istana.
Betapa terkejutnya sang komandan dan para prajuritnya.
Perasaan sombong dan congkak yang tadi menyelimuti mereka seakan berubah menjadi rasa takut.
"Wahai Tuan Abu..sebenarnya kebohongan apa yang mereka sangkakn kepadmu?" tanya panglima.

"Wahai panglima, mereka memintaku untuk menunjukkan tempat untuk bersenang-senang, tentu saja aku tunjukkan kuburan karena kuburan adalah tempat yang lebih baik bagi orang-orang yang taat kepada Allah SWT. Di sana pula dia akan mendapatkan hidangan yang nikmat dari Allah SWT, terbebas dari rasa fitnah dan kejahatan manusia dan makhluk lainnya," jawab Abunawas dengan tenangnya.

Mendengar jawaba pemuda itu, segera saja komandan mendekati Abu Nawas dan berkata,
"Maafkan hamba, Tuanku Abu?"
"Andai saja aku mengetahui bahwa tuan adalah Tuan Abu, tentu kami tidak akan berani membawa Tuan ke hadapan Panglima," kata komandan lagi.

"Wahai komandan...apakah aku telah membohongi kalian? Bukankah aku berkata benar? Aku adalah ABDI, dan setiap orang adlah Abdi Allah SWT, termasuk kalian semuanya," kata Abu Nawas.

"Anda benar Tuanku..," jawab komandan.

Komandan dan prajurit yang telah menangkap Abu Nawas merasa malu jadinya.

Rabu, 30 Januari 2013

6 Hal Yang Dapat Merusak Amal

Segala sesuatu ada perusaknya, demikian pula amal kebaikan, ada perusaknya.

Rasul Saw bersabda :" 6 (enam) perkara yg bisa melebur amal kebaikan :

Istighalu bi uyubil khalqi ( Sibuk mencari keburukan/aib orang lain).
Rasul Saw melarang kpd kita utk mencari2 keburukan orang lain, karena hal itu secara tidak langsung... telah membuka sesuatu yg seharusnya ditutupi, kecuali kalau memang tujuannya utk menegakkan keadilan .

Qaswatul qulub ( Keras Hati)
Keras hati apabila seseorang sudah tidak bisa menerima nasihat dari orang lain, bahkan menganggap remeh orang yg menasehatinya.
Sayyidina Ali kw berkata: "Lihatlah olehmu perkataannya dan jangan kau lihat siapa yg mengatakannya."

Hubbud dunya (Terlalu Cinta Dunia)
Cinta dunia tidak boleh berlebihan, karena kita tahu bahwa dunia hanyalah sementara.

Qillatul haya (Tidak punya rasa malu) Rasul Saw bersabda :"Malu dan Iman adalah bersatu, maka apabila dicabut salah satunya maka akan tercabut yg lainnya."(HR. Abu Nua’im)

Thulul amal (Panjang Lamunan / Khayalan) Allah Swt menganjurkan kpd kita supaya banyak berpikir disertai dgn usaha. Bukan berpikir dan berharap tapi tidak mau berusaha.

Dzalimu la yantahi (Kezaliman yg Tiada Henti) Kita dilarang oleh agama utk berbuat zalim.

Rabu, 12 September 2012

Belajar dari seekor Unta

Setiap pagi, dia akan berlutut di depan tuannya, untuk mengambil beban yg akan dibawanya sepanjang hari, dan saat malam tiba, ia akan kembali berlutut agar tuannya bisa mengambil beban dari punggungnya...
Itulah seekor unta kepada tuannya. Begitulah seharusnya kita..

Berlutut memulai hari sebelum mengangkut beban yang harus kita tanggung sepanjang... hari ini...

Dan saat malam tiba, itulah saat kita kembali berlutut untuk menyerahkan semua beban dalam hidup kita..

Dan percayalah saat kita berlutut, menyerah, maka pasti ada tangan TUHAN juga menjaga dan melindungi kita... Setetes air matamu....... DIA perhitungkan

Sepatah katamu....... DIA dengarkan

Sesak hatimu yang hancur....... DIApun merasakan

Sekecil apapun pergumulanmu....... DIA peduli

DIA menjagamu seperti bola mataNYA

Apapun yang kamu rasa, yakinlah TUHAN selalu setia dan peduli..

Maka itu, janganlah menyerah dan putus asa.......

Serahkanlah semuanya....... masalah, beban dan kebutuhanmu ke dalam tangan Tuhan

Dan pada saatnya TUHAN akan kirim hadiah terindah dalam hidupmu.

Minggu, 29 Juli 2012

Do'a


Audzubillahi minasyaithonirrojim. Bismillahirrahmanirrahim. Hamdan syakirin, hamdan na’imin, hamdan yu’afi niamahu wayukafi mazidah. Ya Rabbana lakal hamdu kama yambaghi liljalali wajhikal karimi wa’adzimi sulthonik.

Ya Allah ya Tuhan kami, segala puji untukMu, pemelihara alam semesta. Segala puji atas karunia dan kenikmatan yang Engkau limpahkan kepada kami. Segala puji atas keagunganMu, segala puji atas kemuliaanMu dan kekuasaanMu. Limpahkanlah shalawat dan salam kepaa junjungan kami nabi muhammad saw dan para pengikutnya sampai di akhir zaman.


Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira. Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina mal mu’minat, al ahyaai minum wal amwat, innaka ‘ala kulli syai’in qadir.

Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah kami, ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah saudara-saudara kami, kerabat, musllimin muslimat, mu’minim mu’minat baik yang masih ada maupun yang telah wafat. Kasih sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka telah menyayangi kami waktu masih kecil.



Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina adzabannar.
Ya Allah Ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab api nerakaMu.


Rabbana hablana min azwajina wadurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama. Robbi yidni ‘ilma warzuqni fahmah.

Ya Allah Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami isteri, suami, anak-anak dan keturunan sebagai penyejuk mata dan penenang hati. Jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.


Allahumma arinal haqqa haqqa waryuqnatibaah waarinal batilabatila warzuqnaj tinabah.

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar adalah benar dan berikan kepada kami kekuatan dn kemampuan untuk menjalankannya, serta tunjukkan bahwa yang salah adalah salah dan berikan kami kekuatan dan kemampuan untuk meninggalkannya.


Rabbana dzalamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khasirin.

Ya Allah Ya Tuhan kami, kami sungguh telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami maka niscaya kami termasuk golongan orang yang merugi.


Rabbana latuzigh qulubana ba’da idzha daitaha wahablana minladunka rahmah, innaka antal wahhab.

Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau tunjukkan kebenaran cahaya NurMu kepada kami. Karuniakanlah rahmat dari sisiMu karena sesungguhnya Engkaulah pemberi rahmat.


Rabbanaghfirlana wali ikhwaninal ladzina sabaquna bil iman wala taj’al fi qulubina ghillalil ladzina amanu rabbana innaka raufurrahim.

Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman. Dan jangan Engkau biarkan kekotoral mengisi hati kami. Sungguh Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.


Allahumma rabbana taqabbal minna shalatana wa du’aana innaka antassami’ul alim.

Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, terimalah permohonan kami. Sungguh Engkau Maha mendengar lagi maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sungguh Engkau maha penerima taubat serta Maha Pengayang.


Allahumma inna nas’aluka salamatan fiddin, wa’afiyatan fil jasadi, waziyadatan fil ilmi, wabarokatan fir rizki, watawbatan qablal mawt, warahmatan indal mawt, wamaghfiratan ba’dal mawt. Allahumma hawwin ‘alayna fi sakaratil mawt, wa najata minannari, wa afwa indal hisab.

Ya Allah ya Tuhan kami, kami mohon keselamatan agama, kesehatan jasmani, bertambahnya ilmu dan berkah rizki, dapat bertaubat sebelum mti, mendapat rahmat ketika mati, dan memperoleh ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami paa gelombang sakaratul maut. Bebaskanlah kami dari azb nerakaMu dan memperoleh ampunan ketika kami dihisab.



Ya Allah, perbaikilah agama kami karena ia adalah pegangan untuk segala urusan kami. Perbaikilah dunia kami karena disanalah tempat kehidupan kami. Perbaikilah akhirat kami karena di sanalah kami akan kembali saat bertemu denganMu nanti. Jadikanlah hidup kami sebagai tambahan untuk berbuat kebaikan dan jadikanlah mati kami sebagai tempat peristirahatan dari segala macam kejahatan.

Ya Allah ya Tuhan kami, hidupkanlah kami atas kalimat laa ilaha illallah, wafatkanlah kami atas kalimat laa ilaha illahllah. Jadikanlah kami sebagai ahli laa ilaha illallah dan kumpulkanlah kami di hari kiamat pada kelompok laa ilaha illallah.

Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, berdiri kami, rukuk kami, sujud kami, ibadah kami, pengambdian kami, kekhusyukan kami yang selama ini kami lakukan dan sempurnakan ibadah kami kepadaMu dengan rahmatMu wahai Tuhan yang Maha Pengasih yang lebih pengasih dari sekalian pengasih.

Ya Allah, berikankah petunjuk kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berikanlah kesehatan kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan kesehatan. Berikanlah perlindungan kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan perlindungan. Dan berikanlah keberkahan kepada kami dari apa-apa yang Engkau anugerahkan kepada jami. Hindarkan dan palingkan kami dengan rahmatMu dari kejahatan yang Engkau tentukan, karena sesungguhnya Engkaulah yang Tuhan yang Maha Menentukan.

Ya Allah ya Tuhan kami, jadikanlah Al Qur’an sebagai teman kami di dunia, menjadi penglipur lara di alam kubur, menjadi pembela di hari kiamat, menjadi cahaya di atas titian shiratha mustaqim, mengjadi pengiring menuju surga, menjadi penutup dan dinding dari api neraka dan menjadi petunjuk jalan dan imam menuju kebaikan dan karunia, kemurahan dan kemuliaanMu ya Allah yang maha Pengasih, lebih pengasih dari sekalian yang pengasih.


Washollallahu 'ala muhammadin wa'ala alihi wa ashabihi ajma'in. Subhana rabbika rabbil izzati amma yashifun wassalamun ‘alal mursalim. Walhamdulillahi robbil ‘alamin.


Salam,
HJK

Minggu, 27 Mei 2012

Malaikat bumi

Suatu hari ada seorang bayi yang akan dilahirkan ke dunia.
Sang bayi bertanya kepada Tuhan “Para Malaikat mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?”
Tuhan menjawab “Saya telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.”
Sang bayi berkata “Tapi disini..,di surga…..yang saya lakukan hanya bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.”
Tuhan menjawab lagi “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia.”
Sang bayi bertanya lagi, “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku, saya tidak mengerti bahasa mereka?”
Tuhan menjawab “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkan bagaimana kamu berbicara.”
“Saya mendengar di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”
“Malaikatmu akan melindungimu,walaupun hal itu mengancam jiwanya.”
“Pasti saya akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi.”
“Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan kepadamu bagaimana kau bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya aku selalu berada disisimu.”
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan kepada Tuhan,
“Tuhan……jika saya harus berangkat sekarang, bisakah Engkau memberitahu aku nama malaikat tersebut?”
Jawab Tuhan, “Kamu akan memanggil malaikatmu…..IBU…”

Minggu, 20 Mei 2012

Kemudahan selalu ada

Subhanallah, ada saja hikmah yang dapat saya ambil, dari hanya sekedar mendengar pembicaraan 2 orang tua di samping tempat duduk saya, yang sama-sama menunggu di lounge Bandara saat akan berangkat ke Denpasar.

Terlihat dari penampilan mereka, tampaknya sangat sederhana dan tak ada beban dalam hidupnya. Rambutnya sudah mulai dipenuhi uban, namun pembawaannya tetap ceria. Terdengar, Salah satu dari mereka, bercerita tentang perjalanan hidup yg sudah dilaluinya selama ini. Lalu dia pun bercerita ;

" Nggak pernah terlintas dalam dirinya, bahwa diusianya yang sudah tua ini, ternyata hidupnya lebih merasakan ketenangan dalam limpahan kemudahan dan rezeki yang diterimanya. Kemudahan itu selalu ada ketika dibutuhkan.

Kesulitan yang dihadapi dalam menempuh sebuah perjalanan kehidupan, selalu dapat dilalui seolah jalan kemudahan selalu terbuka untuknya.

Dia selalu menerapkan pelajaran yang didapatkan dari orang tuanya dulu. Membantu kesulitan orang lain, dan membukakan kemudahan bagi orang lain.

Ketika dirinya dalam kesulitan finansial, tidak ada orang yang datang minta bantuan. Meskipun demikian, sodakoh, amal jariah selalu tetap disalurkan. Namun, ketika dirinya dalam kelebihan finansial, ada saja yang datang dan menghubunginya untuk meminta bantuan dari dirinya.

Allah memberikan kelebihan, agar kita dapat berbagi. Allah sudah mengatur rezeki kita masing-masing. Manakala sedang kesulitan finansial, tidak ada yang membutuhkan bantuan. Manakala sedang berkecukupan, ada saja yang tiba-tiba datang, telpon atau sms minta bantuan.
Disinilah Allah ingin menguji dan selalu mengasah kepekaan kita, untuk tetap istiqomah menjaga kebersihan hati yang ikhlas. Dan sesungguhnya di dalam harta kita ada milik orang lain. Sehingga secara tidak langsung, Allah memberikan kelebihan pada kita dan sekaligus membersihkan harta tersebut, melalui jalan orang lain yang membutuhkan. Sehingga, harta kita tetap terjaga dari hal yang kotor serta menjaga hati agar tetap ikhlas."

Namun, belum habis orang tersebut bercerita, terdengar pengumuman pesawat menuju Denpasar akan segera diberangkatkan. Dan semua berkemas menuju pintu keberangkatan.

Alhamdulillah, hanya duduk setengah jam disebelah orang tersebut, rupanya ini jalan Allah untuk mengingatkan saya. Berbuat baik hari ini, bisa saja berdampak langsung terhadap diri kita. Namun, jika tidak langsung pada diri kita, yakinlah bahwa itu akan berbuah baik kepada keluarga kita (ke 2 orang tua, istri maupun anak2 kita).

Sering kita mendengar dalam ceramah pengajian, Nabi Saw. bersabda, "Didalam tubuh itu ada mudghah, ada satu daging; yang apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, mudghah adalah qalb."

Didalam Islam, hati berarti qalb, dimana qalb ini mempunyai dua makna: qalb dalam bentuk fisik dan qalb dalam bentuk ruh. dalam arti fisik, qalb dapat kita artikan sebagai "jantung/ hati".

Disebutkan pula dalam hadis lain, bahwa hati itu ada tiga macam :
• Pertama, hati yang terbalik. yaitu hati yang tidak bisa menampung kebaikan sedikitpun dan itu adalah orang-orang kafir".
• Kedua, hati yang didalamnya ada titik hitam, yang didalamnya bertarung antara kebaikan dan kejahatan. Kalau salah satu kuat, maka yang kuat itulah yang menang.
• Ketiga, hati yang terbuka yang didalamnya ada lampu yang bersinar-sinar sampai hari kiamat. Itu hati orang mukmin.

Salam,
HJK

Kamis, 29 Maret 2012

Kenapa hari ini tidak kau bagi minum untukku?

Meneladani akhlak Rasulullah SAW

Pernah suatu hari Rasulullah SAW pulang dari perjalanan jihad fisabilillah. Beliau pulang diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota Madinah nampak Aisyah r.a sudah menunggu dengan penuh kangen. Rasa rindu kepada Rasulullah SAW sudah sangat terasa. Akhirnya Rasulullah SAW tiba juga ditengah kota Madinah. Aisyah r.a dengan sukacita menyambut kedatangan suami tercinta. Tiba Rasulullah SAW dirumah dan beristirahat melepas lelah. Aisyah dibelakang rumah sibuk membuat minuman untuk Sang suami. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah SAW. Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata “ Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu? ”.

Rasulullah SAW diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu? ”Akhirnya Rasulullah SAW memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat dicampur dengan garam bukan gula. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah.

Itulah sebagian dari banyaknya kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Dia memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh istrinya, tidak memarahinya atau menasihatinya dengan kasar. Rasulullah SAW memberi kita teladan bahwasanya akhlak yang mulia bisa kita mulai dari lingkungan terdekat dengan kita. Sebuah hadits menyebutkan, “ Lelaki yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya”. Semoga kita diberi taufik untuk bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW

Salam,
HJK

Selasa, 10 Januari 2012

Kisah 3 org Badui yg diuji Allah

Ada kisah mengenai tiga orang Bani Israil yang ketiga-tiganya diuji Allah Swt. semoga kita dapat memetik hikmah dari kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ini.

Dari Abi Hurairah r.a, beliau mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Ada tiga orang Bani Israil (seorangnya) ditimpa penyakit kusta, seorangnya ditimpa penyakit rontok rambutnya dan seorang lagi buta. Maka Allah telah menguji ketiga-tiganya dengan mengutus kepada mereka seorang malaikat.

Malaikat tersebut telah mendatangi orang yang berpenyakit kusta dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”

Jawab sang penyandang kusta, “Warna yang bagus serta kulit yang baik dan sembuh dari kotoran yang menyebabkan manusia memandang jelek kepadaku.''

Maka malaikat itu menyapunya dan lalu hilanglah penyakit itu dan diberi warna serta kulit yang baik. Malaikat bertanya lagi, “Harta apakah yang paling engkau sukai?”

Ia menjawab, “Unta atau sapi.'' Maka malaikat memberikan unta yang sedang mengandung sepuluh bulan dan mendoakan orang yang berpenyakit kusta tersebut.

Kemudian malaikat mendatangi orang yang berpenyakit rambut rontok lalu bertanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”.

Lelaki kedua menjawab, “Rambut yang bagus dan sembuh dari penyakit yang menyebabkan manusia memandang jelek padaku.” Maka malaikat membersihkannya lalu hilanglah penyakit itu serta diberikan rambut yang baik.

Malaikat bertanya lagi, “Harta apakah yang paling Engkau sukai?” Ia menjawab, “Sapi,''. Maka ia diberikan sapi yang sedang bunting serta mendoakannya pula.

Kemudian malaikat datang ke orang buta, “Apakah yang paling engkau sukai?”

Ia menjawab, “Aku ingin Allah mengembalikan penglihatanku semoga aku dapat melihat manusia. Malaikat meyapu matanya dan Allah mengembalikan penglihatannya.

“Harta apakah yang paling kamu sukai?” tanya malaikat. Jawab si buta, “Kambing biri-biri,” Maka dia diberikan seekor biri-biri yang telah melahirkan anak lalu mendoakan si buta agar selalu mendapat barakah Allah Swt.

Maka, kedua lelaki (berpenyakit kusta dan rambut rontok) mengurusi kelahiran unta dan sapi begitu juga dengan lelaki buta. Setelah sekian lama, lelaki yang berpenyakit kusta telah memiliki satu lembah berisi unta, sedang lelaki berambut rontok telah memiliki lembah berisi sapi dan lelaki buta telah memiliki satu lembah berisi kambing biri-biri.

Selang beberapa waktu, malaikat kembali mendatangi lelaki yang berpenyakit kusta dengan menjelma sebagaimana keadaan lelaki sebelumnya (berpenyakit kusta).

Ia mengadu kepada lelaki tersebut, “Aku seorang lelaki miskin yang telah kehabisan bekal sewaktu aku bermusafir. Aku tidak mempunyai tempat untuk mengadu pada hari ini selain pada Allah dan pada Engkau. Aku memohon padamu demi yang telah memberikan padamu warna serta kulit yang baik juga harta seekor unta yang dapat membantuku meneruskan perjalananku.

''Aku mempunyai banyak tanggungan,'' jawab mantan penyandang kustal.

Malaikat menjawab, ''Aku rasa aku mengenalimu. Bukankah dulu kau berpenyakit kusta dan manusia memandang jelek kepadamu? Bukankah dulu kau orang fakir lalu Allah megaruniakan harta kepadamu ?''

''Aku mewarisi harta ini dari orangtuaku,'' jawab lelaki.

Malaikat menjawab, ''Sekiranya kamu berdusta, Allah akan menjadikanmu seperti keadaanmu sebelum ini.''

Malaikat pun mendatangi si rambut rontok serta melakukan hal yang sama, menjelma menyerupai keadaan seperti sebelum si lelaki kaya raya. Jawaban si rambut rontok pun senada. Ia enggan memberikan sebagian hartanya pada malaikat yang menjelma tersebut. Malaikat pun mendoakan agar Allah mengembalikan keadaannya seperti semula.

Terakhir, malaikat mendatangi si buta. Lalu mengadu,''Aku seorang lelaki pengembara yang miskin. Aku telah kehilangan kendaraan sewaktu aku mushafir. Maka aku tidak mempunyai tempat untuk mengadu melainkan kepada Allah dan engkau. Aku memohon darimu demi Yang telah mengembalikan penglihatanmu seekor kambing biri-biri yang bisa meneruskan perjalananku.''

Lelaki tersebut menjawab, ''Aku sebelum ini adalah lelaki buta. Allah telah mengembalikan penglihatanku. Oleh karena itu, ambilah apa yang engkau mau dan tinggalkan apa yang tidak engkau mau. Demi Allah, aku tidak akan mencegah dan mengungkit kembali pemberianku padamu untuk kau ambil karena Allah.

''Jagalah hartamu. Sesungguhnya kamu telah diuji oleh Allah. Allah telah meridhaimu dan membenci dua orang sahabatmu,'' jawab malaikat. Wallahu a'lam bishawwab.


---------------
 
Salam,
HJK
 
  • Banyak orang lupa jika sedang diuji Allah.
  • Ujian berupa musibah adalah cara yang paling cepat buat seseorang yang lupa akan Sang Pencipta. Jika musibah kecil saja menimpa kita, maka segera kita ingat Allah, bermohon dan selalu berusaha mendekatkan diri pada-Nya.
  • Namun, jika diberikan ujian berupa kesenangan, seringkali kita lalai untuk menjalankan semua perintah-Nya.
  • Sebenarnya Musibah atau Kesenangan adalah sebuah ujian belaka. Jangan larut dalam kesenangan duniawi yang serba gemerlap dan serba menipu, yang membuat kita kufur atas segala nikmat-Nya.
  • Allah Swt berfirman dalam Q.S. Ibrahim: Ayat 7 : "Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat pemberian Ku) kepadamu. Namun, bila kamu ingkar (kufur terhadap) nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih".

Sabtu, 07 Januari 2012

Belajar dari Kisah Badui

Oleh : Ina Salma Febriany
Republika.co.id

Diriwayatkan dari Al Yafi’i dari Sa’id bin Abi Arubah, bahwasannya ketika Al-Hajjaj bin Yusuf tiba di salah satu tempat sumber air di antara Makkah dan Madinah, ia menyuruh pengawalnya untuk mencarikan orang yang dapat makan bersamanya. Selain itu, Raja juga akan menanyakannya beberapa soal.

Maka pengawal itu mencari-cari, melihat-lihat ke arah bukit, dan di sana terlihat olehnya seorang Badui yang sedang berselimut, maka dibangunkan dengan kakinya dan berkata padanya, “Anda dipanggil oleh raja."

Maka Badui tersebut segera bangun dan mengikut. Ketika telah berhadapan dengan Al-Hajjaj, ia pun diperintah, “Cucilah tanganmu dan makan bersamaku.” Jawab Badui, “Aku telah menerima undangan yang lebih baik dari padamu, dan aku telah menyambutnya."

Al Hajjaj bertanya, “Siapakah itu? Jawab Badui, “Allah ta’alaa, memanggil aku untuk puasa, maka aku kini berpuasa."

Al-Hajjaj bertanya, “Apakah di musim kemarau yang sangat panas ini? Jawabnya, ”Ya, saya berpuasa untuk menghadapi hari yang lebih panas dari ini."

Maka Al-Hajjaj berkata, “Berbukalah hari ini dan esok hari anda puasa."

Dengan bijaksana, Badui menjawab, “Jika anda dapat menjamin bahwa aku akan hidup hingga esok hari, maka aku akan berbuka."

Al-Hajjaj pun tercengang, “Itu di luar kekuasaanku,” jawab raja.

“Jika itu bukan urusan Anda, maka bagaimana anda meminta padaku untuk membatalkan yang pasti dengan sesuatu yang tidak Anda kuasai."

Jawab Al-Hajjaj, “Tapi aku memiliki makanan yang lezat. Jawab Badui, “Kelezatan itu bukanlah buatan tukang masak, tetapi kelezatan itu disebabkan oleh sehat wal’afiat.”

Petikan hikayat di atas mendeskripsikan betapa kuatnya tekad si Badui untuk tetap berpuasa, sekali pun berpuasa sunnah dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan: cuaca panas menyengat sedangkan orang terhormat mengajaknya duduk bersama untuk menyantap hidangan lezat. Dalam hal ini, tekad yang patut kita contoh ialah ketakutan Badui kalau-kalau ia tak memiliki kesempatan untuk berpuasa esok hari jika ia membatalkan puasanya, sebagaimana yang diperintahkan oleh sang raja.

Keputusan Badui tersebut pastilah beralasan. Selain mengharap pahala dari Allah, Badui tersebut juga tahu betul manfaat puasa baik dari segi jasmani dan rohani.

Rasulullah bersabda, “Berpuasalah, maka kamu akan sehat.” Sabda Rasul ini memang terbukti secara medis bahwa orang yang membiasakan diri untuk berpuasa wajib maupun sunnah memang jauh lebih sehat ketimbang orang yang selalu menyibukkan dirinya dengan mengisi perut. Bagaimana pun, organ tubuh kita perlu beristirahat. Maka saat berpuasa itulah terjadi proses pembersihan pada organ-organ tubuh.

--------------

Semoga dapat membawa manfaat.


Salam,
HJK

Jumat, 06 Januari 2012

Manajemen Benci dan Cinta

Oleh  : Meylina Hidayanti
Guru IPS Terpadu di SMPIT Az Zahra Sragen
Republika.co.id

Empat abad silam, setiap pagi seorang lelaki menemui seorang pengemis yahudi tua renta, tak bergigi, lumpuh serta buta kedua matanya, untuk melembutkan makanannya. Pengemis itu begitu membenci Islam sebagaimana ia membenci Rosulullah saw.

Saking begitu besar kebenciannya terhadap Rasulullah, sehingga setiap harinya ia senantiasa mencaci maki Rasulullah saw. Ia memuntahkan kebenciannya kepada Nabi yang datang dari bangsa Arab, bukan Yahudi.


Selain melembutkan makanan, lelaki itu juga memberikan suap demi suap makanan ke mulut sang pengemis tua itu. Dan pada setiap kali suapan itu pula, sang pengemis berkata “bunuh Muhammad... bunuh Muhammad” dan berbagai cacian yang terus keluar dari mulutnya.


Namun si Lelaki ini tetap saja dengan lembut memasukan makanan sesuap demi sesuap ke dalam mulut pengemis tua tersebut, hingga suatu ketika si lelaki tersebut tidak lagi datang menyuapi.


Hari itu, Abu Bakar Ash Shidiq menggantikan perannya. Suap demi suap makanan di masukkan ke dalam mulut si pengemis. “Siapa kau?” pengemis itu terkejut. "Engkau pasti bukan orang yang biasa menyuapiku. Orang itu lebih lembut daripada kau,” lanjutnya,


Abu Bakar menjawab dengan bertanya, “Engkau tahu siapa yang biasa menyuapimu?" Abu Bakar melanjutkan perkataannya. “Dialah Muhammad, Rasulullah. Kini beliau telah wafat. Maka aku datang menggantikan beliau."


Terhenyaklah si pengemis yahudi itu. Serta merta ia menangis. Air matanya deras mengalir di pipinya. Hingga beberapa saat kemudian, dia pun menyatakan dirinya masuk Islam.


Ada buah yang bisa dipetik dari kisah tersebut betapa masa lalu, kini dan masa depan selalu terkait, karena itu berhati-hatilah dan waspadai kecenderungan hati, sebab apa yang ada di hati saat ini bisa berubah total di masa depan. Berujar seorang ulama besar Ibnu Katsir, “Harapan itu maksudnya Allah mengubah cinta sesudah benci, rasa sayang sesudah berlawanan, dan keakraban sesudah bercerai berai."


Menyangkut perasan suka dan benci, sahabat sekaligus sepupu Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib ra “Bencilah musuhmu sekedarnya. Karena boleh jadi suatu hari nanti ia akan jadi orang yang kau cintai” (Ali bin Abi Thalib ra).


Sungguh, bahwa segala sesuatu terdapat kadarnya, maka janganlah kita berlebihan terhadapnya. ”Jadikan rasa cenderungmu senantiasa wajar” (Ibnul Jauzi). Dengan hadirnya rasa benci ataupun cinta, rasa sayang ataupun bermusuhan, serta keakraban ataupun bercerai berai, mampu membawa kita untuk memahami sebuah proses Bahwa segalanya akan senantiasa mengalami perubahan.


Hati dan perasaan yang ditumbulkan selalu mengalami proses perubahan yang tak akan pernah terhenti hingga sang waktu telah terhenti dengan sendirinya.


Adanya perubahan yang mengajarkan kepada kita untuk menghindari sikap mengklaim ataupun justifikasi terhadap seseorang karena telah hadir rasa kecenderungan dalam diri. Perlu untuk memahamkan dan menanamkan dalam diri, bahwa rasa kecenderungan itu akan dapat berubah di waktu yang tak ditentukan sebagaimana kisah pengemis tersebut diatas.


Sebagaimana pula banyaknya orang-orang Quraisy yang memeluk islam setelah kota Mekkah di taklukkan. Sebagaimana pula kisah Umar bin Khattab yang pada awal mulanya begitu membenci islam dan Rasulullah saw bahkan hampir membunuhnya, namun pada akhirnya ia menjadi salah satu sahabat terbaik Rasulullah saw, yang begitu mencintai islam dan Rasulullah saw.


Tak dapat di pungkiri bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan perasaan terhadap sesuatu, baik itu manusia atau benda. Namun, yang terpenting bagaimana memanajemen kecenderungan tersebut dan melatih diri untuk selalu memiliki alasan dan dasar yang kuat pada kebenaran. Sehingga ketika mencintai sesuatu maka ia layak dicintai karena kebenaran dan ketika membenci juga berdasar kebenaran.


Sangat bijak untuk mengikuti doa Rasulullah “Ya Allah, cintakanlah kami akan keimanan dan jadikanlah ia hiasan dalam hati-hati kami, dan jadikanlah kami membenci kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan” (HR.Ahmad)


Belajar berlaku adil, dengan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, serta sesuai kadarnya. “Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang diantara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi diantara mereka...” (QS.Al Mumtahanah:7) .


Wallahu 'alam bi shawab




Salam,
HJK

  • Subhanallah,... sulit bagi kita mengendalikan emosi, disaat secara bersamaan, orang dihadapan kita emosi kepada kita.
  • Biasanya yang terjadi, kitapun akan terpancing emosi melebihi orang tersebut.
  • Kalaupun kita tidak bisa memarahinya, dihati akan tersimpan rasa kesal dan gondok. Menyumpahi orang tersebut dalam hati dan mendo'akan keburukan untuknya.... hhh.... sakit hati....
  • Hmmm.... diperlukan hati seluas samudera, agar kita terhindar dari emosional yang tidak berguna untuk diri sendiri.

Minggu, 01 Januari 2012

Indahnya Malam Pertama

Satu hal sebagai bahan renungan Kita…

Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka….
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok Kita….
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ….jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita…
Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan

Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah Kita

Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita

Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..

Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya…. . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…

Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…Dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan… ..
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…
Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..

Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga…
Tapi….tapi …..sudah pantaskah sikap kita selama
ini… untuk disebut sebagai ahli syurga ?

Baca jika anda ada masa /waktu untuk ALLAH.
Bacalah hingga habis.


Saya hampir membuang tulisan ini namun saya telah diberi
anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.

ALLAH, bila saya membaca tulisan ini, saya pikir saya
tidak ada waktu untuk ini….
Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar
bahwa pemikiran semacam inilah yang ….
Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia
ini.

Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari Jum’at……
Mungkin malam JUM’AT ?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA ?
Kita suka ALLAH pada masa kita sakit….
Dan sudah pasti waktu ada kematian…
Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?

Karena…
Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.

Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka… …
Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)
Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan kepada kita.

DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta.

ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.
TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.

---------------

from : Daarut Tauhid



Salam,
HJK

Catatan kecilku :
  • Memang terkadang kita lupa, bahwa hidup di dunia ini hanya sementara saja. Kita merasa seakan hidup selamanya, sehingga kita bisa berbuat apa saja seenaknya tanpa memikirkan hari pembalasaan.
  • Dan, yg perlu dingat bahwa, Allah menciptakan kita hanya untuk beribadah kepadanya. Menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
  • Teringat lagu godbless.... dunia ini ibarat panggung sandiwara. Kita ditempatkan pada panggung yang perannya kita dipilih sendiri.
  • Terserah mau memainkan peran sesuai skenario/ manual book/ guide book yang Allah berikan yaitu Al qur'an atau lengah dan bersenang terhadap keindahan duniawi.
  • Memasuki Tahun baru 2012 Masehi ini, Semoga peran yang sudah kita lakukan selama ini dan kedepannya sesuai guide book Allah serta mendapatkan ridhoi-Nya.
  • Aamiin ya Allah....

Selasa, 27 Desember 2011

Meninggal dalam keadaan tidak rela pada anaknya

Dari seorang ahli faqih, bahwa ketika ditanya tentang kedua orang tua yang telah meninggal dalam kemarahannya, apakah masih mungkin jika anaknya berusaha agar keduanya menjadi rela sesudah wafatnya ?

Dikatakan "bisa" dengan tiga syarat:
  1. Hendaklah si anak menjadi orang yang shaleh,
  2. Hendaklah si anak bersilaturahim kepada kerabat dan handai taulan kedua orangtuanya,
  3. Hendaklah si anak memohonkan ampunan untuk keduanya dan mendo'akan kebaikan untuk keduanya bahkan bersedekah juga untuk mereka.
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." [QS An-Nisaa:36]


Salam,
HJK