Selasa, 11 Desember 2012

Kitalah yang menciptakan masalah

Masalah rumah tangga memang tidak pernah habis di kupas, baik di media cetak, radio, layar kaca, maupun di ruang-ruang konsultasi. “Dari soal pelecehan seksual, selingkuh, istri dimadu, sampai suami yang tidak memenuhi kebutuhan biologis istri.” Ujar seorang konsultan spiritual di Jakarta.
Kebetulan, teman dekatnya punya masalah. Ceritanya, seiring dengan pertamba...han usia, plus karir istri yang menanjak, kehidupan perkawinannya malah mengarah adem. Seperti ada sesuatu yang tersembunyi. Keakraban dan keceriaan yang dulu dipunya keluarga ini hilang sudah. Si istri seolah disibukkan urusan kantor.
‘Apa yang harus aku lakukan,” ungkapan pria ini. Konsultasi spiritual itu menyarankan agar dia berpuasa tiga hari, dan tiap malam wajib shalat tahajud dan sujud shalat syukur. “Coba lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, Insya Allah masalahanya terang. Setelah itu, kamu ajak omong istrimu di rumah.” Ia menyarankan.
 
Oke. Sebuah saran yang mudah dipenuhi. Tiga hari kemudian, dia mengontak istrinya. “Bagaimana kalau malam ini kita makan di restoran,” katanya. Istriny tidak keberatan. Makanan istimewa pun dipesan, sebagai penebus kehambaran rumah tangganya.
 
Benar saja. Di restoran itu, istrinya mengaku terus terang telah menduakan cintanya. Ia punya teman laki-laki untuk mencurahkan isi hati. Suaminya kaget. Mukanya seakan ditampar. Makanan lezat di depanya tidak di sentuh. Mulutnya seakan terkunci, tapi hatinya bergemuruh tak sudi menerima pengakuan dosa” itu.
 
Pantas saja dia selalu beralasan capek, malas, atau tidak bergairah jika disentuh. Pantas saja, suatu malam istrinya pura-pura tidur sembari mendekap handphone, padahal alat itu masih menampakkan sinyal—pertanda habis dipakai berhubungan dengan seseorang. Itu pula, yang antara lain melahirkan kebohongan demi kebohongan.
 
Tanpa diduga, keterusterangan itu telah mencabik-cabik hati pria ini. Keterusterangan itu justru membuahkan sakit hati yang dalam. Atau bahkan, lebih pahit dari itu. Hti pria ini seakan menuntut, “Kalau saja aku tidak menuntut nasihatmu, tentu masalahnya tidak separah ini.”
Si konsultan yang dituding, “Ikut menjebloskan dalam duka.” Meng-kick balik. “Bukankah sudah saya sarankan agar mengajak istrimu ngomong di rumah, bukan di restoran?” Buat orang awam, restoran dan rumah sekedar tempat. Tidak lebih. Tapi, dimata si paranormal, tempat membawa “takdir”tersendiri.
 
Dan itulah yang terjadi. Keterusterangan itu tak bisa dihapus. Ia telah mencatatkan sejarah tersendiri. Maka jalan terbaik menyikapinya adalah seperti dikatakan orang bijak, “Jangan membiasakan diri melihat kebenaran dari satu sisi saja.”
Kayu telah menjadi arang. Kita tidak boleh melarikan diri dari kenyataan, sekalipun pahit. Kepalsuan dan kebohongan tadi bisa jadi merupakan bagian dari perilaku kita jua. “Kita selalu lupa bahwa kita bertanggung jawab penuh atas diri kita sendiri. Kita yang menciptakan masalah, kita pula yang harus meyelesaikannya.” Kata orang bijak.
 
Pahit getir, manis asam, asin hambar, itu sebuah resiko. Memang kiat hidup itu tak lain adalah piawai dan bijak dalam memprioritaskan pilihan.

Selasa, 13 November 2012

Hasil penelitian

Hasil Penelitian Profesor UDIN membuktikan bahwa orang Indonesia jauh lebih hebat dari Orang Amerika, 

Ini bukti hasil penelitiannya :

Orang Amerika hanya memikirkan bagaimana caranya dari Bumi ke Bulan. Mereka telah mengupayakan berbagai macam cara agar mereka dapat ke bulan dan hidup di bulan.

Tetapi semua ini belum seberapa dibanding dengan Orang Indonesia yang selalu memikirkan bagaimana caranya hidup dari Bulan ke Bulan.

Senin, 15 Oktober 2012

Menebar Kejujuran

Alkisah, Seorang CEO sedang mencari penggantinya, diantara karyawan terbaiknya.

Untuk itu memberikan masing-masing sebutir BENIH. Lalu ia berkata : "Sirami dengan teratur, rawat & kembalikanlah setahun dari sekarang dengan membawa tanaman yang tumbuh dari benih ini. Yg "TERBAIK", pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini."

Setelah 6 bulan, di kantor semua saling berbicara te...ntang tanaman mereka. Hanya Toni yang benihnya tidak tumbuh sama sekali.

Setelah 1 tahun, seluruh staff eksekutif menghadap CEO memperlihatkan hasil benih tersebut.

Masuk ruang meeting, Toni membawa pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan.

Ketika CEO masuk ruangan ia memandang keindahan sluruh tanaman itu, hingga akhirnya berhenti didepan Toni yg tertunduk malu. Sang CEO memintanya ke depan & menceritakan kronologisnya.

Ketika Toni selesai cerita, CEO berkata
"Beri tepuk tangan untuk Toni, dia adalah CEO yg baru, dia yang akan menggantikan saya". Ia melanjutkan kata-katanya : "Semua benih yang kuberikan kepada kalian, sebelumnya telah KUREBUS DENGAN AIR PANAS hingga mati & tidak mungkin tumbuh lagi. Jika benih kalian dapat tumbuh, berarti kalian telah menukarnya & berbohong padaku, kecuali Toni, hanya dia yang JUJUR".

Sahabatku.....
Cerita diatas, mengAJAR kita untuk berani bersikap jujur, menanggapi suara hati
.
"Tanam KEJUJURAN, menuai Kepercayaan...
Tanam KETEKUNAN, menuai Kemenangan...
Tanan KERJA KERAS, menuai Kesuksesan...
Jangan takut menjalani jika itu BENAR... Aamiin

Rabu, 12 September 2012

Belajar dari seekor Unta

Setiap pagi, dia akan berlutut di depan tuannya, untuk mengambil beban yg akan dibawanya sepanjang hari, dan saat malam tiba, ia akan kembali berlutut agar tuannya bisa mengambil beban dari punggungnya...
Itulah seekor unta kepada tuannya. Begitulah seharusnya kita..

Berlutut memulai hari sebelum mengangkut beban yang harus kita tanggung sepanjang... hari ini...

Dan saat malam tiba, itulah saat kita kembali berlutut untuk menyerahkan semua beban dalam hidup kita..

Dan percayalah saat kita berlutut, menyerah, maka pasti ada tangan TUHAN juga menjaga dan melindungi kita... Setetes air matamu....... DIA perhitungkan

Sepatah katamu....... DIA dengarkan

Sesak hatimu yang hancur....... DIApun merasakan

Sekecil apapun pergumulanmu....... DIA peduli

DIA menjagamu seperti bola mataNYA

Apapun yang kamu rasa, yakinlah TUHAN selalu setia dan peduli..

Maka itu, janganlah menyerah dan putus asa.......

Serahkanlah semuanya....... masalah, beban dan kebutuhanmu ke dalam tangan Tuhan

Dan pada saatnya TUHAN akan kirim hadiah terindah dalam hidupmu.

Selasa, 07 Agustus 2012

Suami yang adil

Seorang suami yg beristri dua ditanya sm istri tuanya :

Istri Tua  : Mas puasa nanti gimana ? 15 hari pertama apa, 15 hari kedua di rumahku ?
Suami : insyaallah setiap hari sampai selesai puasa aku akan dirumahmu terus.

Istri Tua : alhamdulillah, kamu memang suami yg bijak. Tapi benar mas akan di rumahku tiap hari, terus kapan ke tempat dia (yg muda) ?


Suami : Kesana mah setiap malam aja habis buka puasa..
 
Istri Tua : Haaaa ?..

 

Sabtu, 04 Agustus 2012

Uang Sial

Istri : "Pa, kapan dapat THR dari kantor?"

Suami : "Kemarin, kan sudah papa kasihkan mama."

Istri : "O, yang kemarin itu. kalo uang yang di laci papa itu, apa?"

Suami : "Yang mana?"
...
Istri : "Dalam amplop coklat yang diselipkan di buku, dalam laci paling bawah."

Suami : "O, itu… itu uang sial..."

Istri : "Kok, uang sial, pa?"

Suami : "Iya, sudah disembunyikan masih ketahuan juga !!"...

Minggu, 29 Juli 2012

Do'a


Audzubillahi minasyaithonirrojim. Bismillahirrahmanirrahim. Hamdan syakirin, hamdan na’imin, hamdan yu’afi niamahu wayukafi mazidah. Ya Rabbana lakal hamdu kama yambaghi liljalali wajhikal karimi wa’adzimi sulthonik.

Ya Allah ya Tuhan kami, segala puji untukMu, pemelihara alam semesta. Segala puji atas karunia dan kenikmatan yang Engkau limpahkan kepada kami. Segala puji atas keagunganMu, segala puji atas kemuliaanMu dan kekuasaanMu. Limpahkanlah shalawat dan salam kepaa junjungan kami nabi muhammad saw dan para pengikutnya sampai di akhir zaman.


Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira. Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina mal mu’minat, al ahyaai minum wal amwat, innaka ‘ala kulli syai’in qadir.

Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah kami, ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah saudara-saudara kami, kerabat, musllimin muslimat, mu’minim mu’minat baik yang masih ada maupun yang telah wafat. Kasih sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka telah menyayangi kami waktu masih kecil.



Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina adzabannar.
Ya Allah Ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab api nerakaMu.


Rabbana hablana min azwajina wadurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama. Robbi yidni ‘ilma warzuqni fahmah.

Ya Allah Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami isteri, suami, anak-anak dan keturunan sebagai penyejuk mata dan penenang hati. Jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.


Allahumma arinal haqqa haqqa waryuqnatibaah waarinal batilabatila warzuqnaj tinabah.

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar adalah benar dan berikan kepada kami kekuatan dn kemampuan untuk menjalankannya, serta tunjukkan bahwa yang salah adalah salah dan berikan kami kekuatan dan kemampuan untuk meninggalkannya.


Rabbana dzalamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khasirin.

Ya Allah Ya Tuhan kami, kami sungguh telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami maka niscaya kami termasuk golongan orang yang merugi.


Rabbana latuzigh qulubana ba’da idzha daitaha wahablana minladunka rahmah, innaka antal wahhab.

Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau tunjukkan kebenaran cahaya NurMu kepada kami. Karuniakanlah rahmat dari sisiMu karena sesungguhnya Engkaulah pemberi rahmat.


Rabbanaghfirlana wali ikhwaninal ladzina sabaquna bil iman wala taj’al fi qulubina ghillalil ladzina amanu rabbana innaka raufurrahim.

Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman. Dan jangan Engkau biarkan kekotoral mengisi hati kami. Sungguh Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.


Allahumma rabbana taqabbal minna shalatana wa du’aana innaka antassami’ul alim.

Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, terimalah permohonan kami. Sungguh Engkau Maha mendengar lagi maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sungguh Engkau maha penerima taubat serta Maha Pengayang.


Allahumma inna nas’aluka salamatan fiddin, wa’afiyatan fil jasadi, waziyadatan fil ilmi, wabarokatan fir rizki, watawbatan qablal mawt, warahmatan indal mawt, wamaghfiratan ba’dal mawt. Allahumma hawwin ‘alayna fi sakaratil mawt, wa najata minannari, wa afwa indal hisab.

Ya Allah ya Tuhan kami, kami mohon keselamatan agama, kesehatan jasmani, bertambahnya ilmu dan berkah rizki, dapat bertaubat sebelum mti, mendapat rahmat ketika mati, dan memperoleh ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami paa gelombang sakaratul maut. Bebaskanlah kami dari azb nerakaMu dan memperoleh ampunan ketika kami dihisab.



Ya Allah, perbaikilah agama kami karena ia adalah pegangan untuk segala urusan kami. Perbaikilah dunia kami karena disanalah tempat kehidupan kami. Perbaikilah akhirat kami karena di sanalah kami akan kembali saat bertemu denganMu nanti. Jadikanlah hidup kami sebagai tambahan untuk berbuat kebaikan dan jadikanlah mati kami sebagai tempat peristirahatan dari segala macam kejahatan.

Ya Allah ya Tuhan kami, hidupkanlah kami atas kalimat laa ilaha illallah, wafatkanlah kami atas kalimat laa ilaha illahllah. Jadikanlah kami sebagai ahli laa ilaha illallah dan kumpulkanlah kami di hari kiamat pada kelompok laa ilaha illallah.

Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, berdiri kami, rukuk kami, sujud kami, ibadah kami, pengambdian kami, kekhusyukan kami yang selama ini kami lakukan dan sempurnakan ibadah kami kepadaMu dengan rahmatMu wahai Tuhan yang Maha Pengasih yang lebih pengasih dari sekalian pengasih.

Ya Allah, berikankah petunjuk kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berikanlah kesehatan kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan kesehatan. Berikanlah perlindungan kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan perlindungan. Dan berikanlah keberkahan kepada kami dari apa-apa yang Engkau anugerahkan kepada jami. Hindarkan dan palingkan kami dengan rahmatMu dari kejahatan yang Engkau tentukan, karena sesungguhnya Engkaulah yang Tuhan yang Maha Menentukan.

Ya Allah ya Tuhan kami, jadikanlah Al Qur’an sebagai teman kami di dunia, menjadi penglipur lara di alam kubur, menjadi pembela di hari kiamat, menjadi cahaya di atas titian shiratha mustaqim, mengjadi pengiring menuju surga, menjadi penutup dan dinding dari api neraka dan menjadi petunjuk jalan dan imam menuju kebaikan dan karunia, kemurahan dan kemuliaanMu ya Allah yang maha Pengasih, lebih pengasih dari sekalian yang pengasih.


Washollallahu 'ala muhammadin wa'ala alihi wa ashabihi ajma'in. Subhana rabbika rabbil izzati amma yashifun wassalamun ‘alal mursalim. Walhamdulillahi robbil ‘alamin.


Salam,
HJK

Jumat, 20 Juli 2012