Sabtu, 24 Desember 2011

Memuliakan Ibu #2


Al kisah, ada seorang sahabat Rasulullah meminta ijin untuk ikut pergi berperang bersama.

Lalu Rasulullah bertanya padanya, "apakah ibumu masih hidup ?"
Dan sahabat tersebut menjawab "Ya Rosul".

Maka Rasulullah pun menyuruhnya untuk kembali pada ibunya dan berbakti padanya.

-----------


Betapapun Rosul sangat memuliakan ibu.




Salam,
HJK

Jumat, 23 Desember 2011

Banda Aceh Siaga Banjir

Awan di langit terlihat hitam kelam.
Sinar matahari yang biasanya bersinar sangat menyilaukan mata, seolah tak mampu menembus tebalnya awan hitam yang menyelimuti kota ini.
Hampir seluruh wilayah Banda Aceh terbendung oleh awan gelap ini. Pertanda hujan deras akan segera turun.

Dan seperti biasa, peringatan melalui telepon dan BBM dari beberapa pihak yang berkompeten meminta agar semua tim Proyek Drainase Kota untuk siap-siap patroli ke lapangan, memantau sejauh-mana hasil kerja dari proyek ini. Ya, sekaligus comissioning dan running test channel lah.... apakah sesuai yang diharapkan atau belum maksimal.

Pas selesai sholat Jum'at, hujan pun betul-betul turun layaknya diguyur air yang ditumpahkan langsung dari langit. Hujan langsung turun deras, tanpa melalui tahapan gerimis terlebih dahulu. Jarak pandang dari dalam mobil hanya mampu menembus 5 meter saja.
Ya, ... Alhamdulillah, semoga pertanda rezeki yang barokah.

Semua paket proyek yang berjumlah 4 paket, bersiaga di zona lokasi masing-masing. Karena channel setiap Zona paket proyek, tidak ada yang saling berhubungan. Sehingga, pengecekan jadi lebih mudah, karena hanya pada zona pekerjaan masing-masing paket.

30 menit sudah hujan mengguyur deras Banda Aceh, kami pun tenang melihatnya. Sepanjang jalan Daoed Bere'eh aman terkendali, bahkan datangnya air kiriman dari arah hulu pun masih tertampung dalam saluran. Air mengalir dengan kencang tanpa hambatan.

Namun 30 menit kemudian, debit air yang masuk kedalam Retention basin jauh lebih besar dari pada air yang keluar menuju laut lepas. Memang ada penyempitan aliran disana, karena pekerjaan Flushing Gate belum selesai.

Tak lama kemudian, air di selokanpun sudah luber ke badan jalan. Telepon masuk semakin banyak, SMS pun masuk semakin banyak. Adrenalin pun meningkat. Semua yang terlibat di proyek terlihat panik, karena banyak komplain dari warga yang merasa kebanjiran.

Koordinasi by phone terus berjalan dengan Pak Surya sebagi engineer. Dan akhirnya disepakati untuk membongkar tanggul, agar air dapat bebas ke laut lepas.

Alhamdulillah dalam waktu 25 menit semuanya pun beres.

Excavator diberi instruksi langsung dari p' Su. Seperti layaknya pemilik alat. Dia perintahkan excavator menggali tanggul dan plat penyumbat aliran.

Operator pun dimarahi kalo salah gali.

Sementara di sisi seberang tanggul, Pak Eko senyum senyum saja melihat ulah pak Surya ini.

Saat tanggul sudah mulai terbuka, ternyata ada pihak lain yang diuntungkan, yaitu para penjaring ikan. Awalnya mereka hanya mau lihat pembongkaran tanggul, tapi begitu melihat ikan yang banyak, mereka pun lantas menjaringnya.

Hmmm.... Allah memberikan rezeki dari tempat yang tak terduga.

Alhamdulillah, Semua mendapatkan hikmah yang baik.... Semoga tidak ada banjir lagi, sehingga Tahun Baruan nanti bisa bakar ikan dan tidur dengan nyenyak, tanpa terpikir banjir.... banjir... dan banjir lagi.

Tks Pak Su'... yang sudah membatu meng-komandani excavator secara langsung.

He he he....



Salam,
HJK

Memuliakan Ibu #1


Ada seorang sahabat Rasul (saya lupa namanya), yang sangat memuliakan ibunya.

Dia selalu mengutamakan ibunya, dalam semua hal.
Meskipun dia tau bahwa tak akan terbalas pahala  baktinya  dalam memuliakan ibunya, dibandingkan dengan pengorbanan sang ibu dalam mengandung, melahirkan, mengasuh hingga membesarkannya.

Dikisahkan, ....
Sahabat rosul ini selalu menemani ibunya saat makan.
Namun, dia tidak pernah mau makan bersama-sama dengan ibunya. Karena, dia ingin mengutamakan ibunya terlebih dahulu menyelesaikan makannya.
Setelah sang ibu selesai makan, barulah dia memulai makan.

Alasannya sederhana, dia tidak ingin mengecewakan ibunya, saat lauk yang akan diambilnya nanti, ternyata secara bersamaan akan diambil juga oleh ibunya. Maka dia akan merasakan kepedihan itu.

Hmmm.... sampe segitunya, ya.... Kalo kita sih, makanan yang ada dihadapan sudah pasti kita embat habis... ga peduli ada siapa dihadapan kita... ha haaa...

Ya, demikian salh satu gambaran sahabat Rosul dalam memuliakan ibunya.

  • Betapa pentingnya berbakti pada kedua orangtua dalam ajaran Islam, bahkan diriwayatkan bahwa Allah lebih ridho kepada seseorang anak yang berbakti kepada orangtuanya meski orang tersebut masih banyak dosa dan maksiat; dibandingkan dengan seorang ahli ibadah yang menyakiti hati orangtuanya.


Salam,
HJK

Kamis, 22 Desember 2011

Puisi untuk Ibu tercinta

Cipt. : Dhewy

Ibu termulia,
Jiwaku rela berkorban tuk bahagiamu.
Kau tanggung derita demi derita saat mengandungku.
Dua tahun lamanya kau tumbuhkan dagingku dengan air susu kesucian.

Kau kokohkan tulangku dengan air susu ketabahan.
Kau alirkan darahku dengan air susu kegigihan.
Kau hidupkan harapanku dengan keteguhan imanmu
Kau bangun masa depanku dengan untai doamu.

Tuhan mengasihi setiap tetes airmatamu.
Tuhan memberkati tiap keringat dari tubuhmu.
Tuhan merahmati setiap jejak tapak kakimu.
Tuhan mencatat kebaikan dalam tiap hembus nafasmu

Ibu,
Tidak pernah kau pedulikan nasib dirimu
Kau jadikan tubuhmu benteng yang melindungi anakmu
Kau jadikan tubuhmu benteng yang melindungi anakmu.

Ibu,
T’lah kau berikan hidupmu padaku.
Kini, mudah bagiku mempersembahkan nyawa untukmu
Andai seluruh dunia berada dalam genggamanku
Kan ku tumpahkan segala isinya dibawah tapak kakimu.

Ingin ku tumpahkan air mataku.
Dan bersimpuh di hadapanmu. Kurangkai kata maaf atas kekuranganku.
Meski kuhidup berjuta tahun.
Kulalui siang dan malam tuk berbakti padamu.
Semua itu takkan mampu membayar setetes susu yang kau berikan padaku.

I Love You Mom.

------------

dicopy dari blog : Dhewy
Salam,
HJK

Laksana Cintamu




Oleh : Fatkuryati

Ibu,

Jika memang dengan aku menjelma angin,
lantas kau dapat merasakan kesejukan itu,,
akan ku lakukan itu untukmu,,
aku tak tau akan seberapa berharganya hidupku bila tanpamu..
Karena Yang ku tau,,
kau mampu membuat cinta ini semakin besar.

Kau t’lah banyak berjuang untukku,, untuk nafasku..
Kalaupun aku bisa menciptakan sedikit senyuman itu,,
mungkin itu tak kan pernah sebanding dengan apa yang kau lakukan untuk hidupku..
Aku selalu berharap,, Tuhan tak pernah ambil senyum itu darimu

Percayalah,,
aku mencintaimu dengan hati,,
dengan hati yang tak bisa ku sematkan pada wanita selainmu
dan aku menyayangimu dengan nada,,
dengan nada yang tak bisa ku harmonikan pada yang lain.

dicopy dari : Puisi-puisi Fatkuryati
 
 
Salam,
HJK

Rabu, 21 Desember 2011

Kita Tidak Lemah


Bung Karno :

Kita tidak lemah, sekali lagi kita tidak lemah.
Kalau kita lemah maka sebenarnya yang lemah ialah kita punya hati.
Jaga hatimu, jaga jiwamu, jaga rohmu.
Selama hatimu kuat, selama jiwamu kuat, selama rohmu kuat, Bangsa Indonesia tetap kuat

--------


Semoga Indonesia bangkit dari keterpurukan moral dan mental spiritual.


Salam,
HJK

Selasa, 20 Desember 2011

Bunda

Iseng-iseng buka laptop milik Kak Izam. Kutemukan puisi ciptaannya sendiri berjudul Bunda.

Hmmm...lucu juga...apa dia sendiri yang membuatnya, ya ?
Saat itu Kak Izam masih duduk di bangku SD Kelas VI B di Ar Ridho Jakarta Timur.

Ku coba mengcopy nya dan menyimpannya dalam blog ini, untuk kenanganku sendiri. Siapa tahu suatu saat nanti, Kak Izam akan membacanya lagi... hhhh....

Berikut puisi yang dibuatnya :

Bunda
Ciptaan : Rachmatu Bill Multazam -VI B

Detik demi detik, Menit demi menit
Jam demi jam, Hari demi hari
Bunda mengandung aku selama sembilan bulan
Dengan penuh kasih dan sayang

Pada akhirnya hari kelahiran ku pun tiba, saat itu bundaku berdoa
” Ya allah, selamatkan diriku dan bayi ku,
andai saja kau ambil nyawa ku hari ini ya allah,
aku ikhlas, asal kau lahirkan anak ku dengan selamat ”
Saat itu aku pun lahir atas doa ayah, bunda, kakek, dan nenek
Telinga kanan ku di kumandangkan adzan dan di telinga kiriku di qomatkan
Mengalir dalam tubuh dan darah ku ayat-ayat al-qur’an

Aku di beri nama yang baik, aku diajari bicara yang baik
” Nak ini bunda nak, nak ini ayah nak ”
Aku di ajari berjalan agar melangkah di jalan yang engkau ridhoi
” Nak ayo kemari tidak apa-apa ada bunda di sini ”
Bila aku terjatuh bunda yang minta maaf kepadaku
” Maafkan bunda nak, bunda tidak menjagamu hingga kau terjatuh nak ”

SUBHANNALLAH bunda ku

Tapi ya Allah Aku masih suka marah sama ayah dan bunda
Aku masih suka malas kalau di suruh sholat
Aku masih suka berbicara kasar pada ayah dan bunda
Aku masih suka tidak nurut perintah ayah dan bunda
Ampuni aku ya Allah

Jangan engkau ambil ayah bunda ku sebelum aku berbuat baik padanya
Lindungi ayah bundaku ya Allah
Ayah membanting tulang mencari nafkah
Bunda menyayangiku setiap hari
Semua menyayangiku

Ya Allah aku sayang dengan ayah dan bunda
Tapi aku masih sering khilaf ya Allah
Ingatkan aku selalu ya Allah
Tuntun aku selalu ya Allah
Bimbing aku agar senantiasa mendapatkan petunjukmu ya Allah

Agar aku menjadi anak yang berbakti
Agar aku bisa jadi anak yang membanggakan orang tua
Agar aku bisa jadi anak yang sholeh
Anak yang doanya langsung engkau kabulkan.....Amien

--------------


Alhamdilillah.....semoga Allah mengabulkan do'a Kak Izam, dan, menjadi anak yang qurrota a'yun



Salam,
HJK

Rabu, 07 Desember 2011

Proses VO yg berbelit

Sabar...sabar...dan sabar....

Banyak hambatan dan halangan dihadapan kita, kadang membuat adrenalin kita langsung memuncak. Sekecil apapun masalahnya, jika semuanya menjadi percuma, maka serasa sia-sia saja pengorbanan waktu yang sudah digunakan.

Menyelesaikan tugas sesuai tanggung-jawab dengan batasan waktu, itu sudah biasa. Bekerja dari pagi hingga pagi lagi, itupun sudah biassa. Semua yang terlibat, sebenarnya sudah sangat letih dan lelah, namun mereka mengabaikan rasa letihnya hingga semuanya selesai. Karena mereka semua tetap kommit akan batas waktu yang telah ditetapkan.

Semua bekerja tanpa mengenal lelah dan putus asa. Koreksi terus menerus, padahal waktu sudah terbatas. Pagi, siang, malam, hingga ke pagi lagi, hanya untuk menyiapkan tugas data yang diinginkan. Semua mempunyai peran masing-masing dalam penyiapan data yang dibutuhkan. Namun ketika jadwal yang diberikan sudah habis, data tersebut sudah selesai dan langsung diserahkan pada yang berkompeten, .....eeeh,... setelah diterima, .... ternyata tidak dibahas dan hanya tergeletak di atas meja tanpa disentuh sedikitpun.

hmmmm.... ternyata kesabaran sedang di uji, ....

Ya, sebenarnya ujian ini sangat kecil, namun sempat membuat hati mejadi kesal.
Dan sebenarnya, tidak ada yang sia-sia terhadap apa yang sudah dikerjakan.
Itu hanya prasangka kekecewaan saja.
Saya yakin, pada akhirnya akan berbuah kebaikan.

Semoga semua mempunyai hikmah yang terkandung di dalamnya.

----------------------------------

---- Ketika aku memohon kemudahan, Allah memberikan kesulitan agar aku mengerti proses birokrasi yang benar untuk selanjutnya menjadi mudah ----

---- Ketika aku memohon kesabaran, Allah memberikan ujian agar membuatku semakin sabar ----

Ini yang terkadang terlupakan olehku....



Salam,
HJK