Kamis, 05 September 2013

Kesedihan Dokter

Seorang dokter sedang menangis tersedu-sedu didepan sebuah makam yang tanahnya masih merah.
Uniknya dipusara makam terletak batu nisan berbentuk "HATI".

Ustadz : "Sudah, ikhlaskan saja, jangan menangis..."
Doketr : "Ustadz, gimana saya tidak sedih.... Bagaimana kalau saya yang mati?"
Ustadz : "Semua orang pasti mati, Dok!"
Dokter : "Begini lho, Ustadz, yang mati ini teman saya.Kami para kumpulan Dokter Spesialis sudah sepakat,siapa saja diantara kami yang mati maka akan dibuatkan batu nisan dengan gambar sesuai bidang spesialis yang kami tekuni."
Ustadz : "Ooo... teman dokter yang mati ini apa spesialisnya?"
Dokter : "Dia spesialis HATI. Makanya batu nisan dia berbentuk hati."
Ustadz : "Lalu apa yang membuat anda begitu khawatir?"
Dokter : "Lahh, kalau saya mati, gak bisa ngebayangin batu nisan yang akan dibuat untuk saya..."
Ustadz : "Emang dokter spesialis apa?"
Dokter : "Saya kan Dokter spesialis KELAMIN, Pak Ustadz !!"
Ustadz : "Astaghfirullah haladzim..." (sambil mikir) "tenang dok, entar dipakein celana dalam..." wkwkwkwkwkkkk.. .........

Minggu, 01 September 2013

Menggenggam Masalah

Di Afrika, teknik atau cara berburu monyet begitu unik. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup tanpa cedera.

Cara menangkapnya sederhana saja, si pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yg telah diberi aroma. Tujuannya utk mengundang monyet2 datang.
Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dlm tanah dgn menyisakan mulut ...toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu biasa melakukannya disore hari.
Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet2 yg tangannya terjebak di dalam botol, tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa ?

Monyet2 itu tertarik pada aroma yg keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan utk mengambil kacang2 yg ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet2 itu tdk bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang2 itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat utk diangkat. Jadi, monyet2 itu tdk akan dpt pergi ke mana2!

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet2 itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya kita mungkin sdg menertawakan diri sendiri.

Ya, kadang kita bersikap spt monyet2 itu.
Kita menggenggam erat setiap permasalahan yg kita miliki layaknya monyet menggenggam kacang.

Kita sering menyimpan dendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni.
Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Kita tak pernah bisa melepasnya. Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi. Dgn beban berat itu, kita berusaha utk terus berjalan.

Tanpa sadar, kita sebenarnya sdg terperangkap penyakit kepahitan yg parah.

Sebenarnya monyet2 itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya & kita pun akan selamat dari sakit hati jika sebelum matahari terbenam kita mau melepas semua perasaan negatif terhadap siapapun.

"Bukalah genggaman Anda. Jangan simpan kepahitan itu."

Kamis, 22 Agustus 2013

Do'a dalam kompetisi

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Budiman. Mobilnya tak isti...
mewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Budiman-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Budiman bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan.

Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Budiman meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil tu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai.

Dan...

Budiman-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Budiman. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Budiman maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"

Budiman terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang saya panjatkan" kata Budiman.

Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolong saya mengalahkan orang lain. Saya hanya bermohon pada Tuhan, supaya saya tak menangis, jika saya kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.




Salam,
HJK

Selasa, 13 Agustus 2013

Ambisi

"Janganlah engkau menuntut suatu jabatan. Sesungguhnya jika diberi karena ambisimu maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Tetapi jika ditugaskan tanpa ambisimu maka kamu akan ditolong mengatasinya."

 

Salam,

HJK

Kamis, 01 Agustus 2013

Arti sebuah kata

Dalam Kamus Bhs Indonesia antara Simpanan dan Simpenan punya arti sama, tapi dalam prakteknya beda. Inilah perbedaannya:

♧  1. Simpanan adanya dibawah kasur, tapi kalau Simpenan diatas kasur.
♧  2. Simpanan boleh dilihat istri/suami, tapi kalau Simpenan “sama sekali” tidak boleh dilihat istri/suami.
3. Simpanan dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Simpenan tidak dijamin LPS.
♧  4. Simpanan bisa menghasilkan uang kalau dikelola, Simpenan justru menghabiskan uang kalau dikelola.
♧  5. Simpanan tahan gak dipake bertahun-tahun,­ tapi kalo Simpenan mana tahan kalo gak dipake.
♧  6. Simpanan kalo digesek keluar uang, Simpenan kalo digesek malah nyedot uang.
♧  7. Simpanan kalo mau dipakai rasanya sayang, tapi Simpenan klo mau dipake bilangnya "sayang".... :))

Kamis, 25 Juli 2013

Huznudzon

"Jika hati senantiasa berniat baik, Allah akan pertemukan dgn hal-hal baik, tempat yg baik, org2 baik, & kesempatan berbuat baik."

"Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah, dari pada kehilangan Allah karena sesuatu".

 

Salam,

HJK

Selasa, 16 Juli 2013

Pituture wong Tuwo

Sedere sederek..tulung digatekno, Iki pituture wong tuwo. Iki ora saru, monggo disimak ben dadi wong sing kautaman:

> Wajik kletik gulone jowo..
Wulune sithik, barange dowo.. (woh kimpul)

> Pitik walik nguntal watu..
Wes nganggo gaya molak-malik kok ora metu-metu.. (nguthik celengan)

> Sego gurih lawuhe sate usus..
Pertamane perih lebare bludhas bludhus.. (tindik)...

> penyakit tedun tambane suket..
Munggah mudhun marai kemringet.. (push up)

> Becik ketitik olo rupamu..
digoyang sithik men cepet metu.. (arisan)

> weruh wong gemblung marai mules..
Nduwur diambung, kok ngisore teles.. (nggendong bayi ngompol)

> Kue putu diwadahi piring..
Nek ra metu-metu, jajal karo miring.. (kuping kelebon Banyu)

Kamis, 04 Juli 2013

Takut perang

Seorang prajurit Amerika sedang melarikan diri, bertemu dgn seorg Biarawati.

Dia berkata," bolehkah aku bersembunyi di bawah jubahmu?"

Biarawati itu setuju, tak lama kemudian dua org tentara militer menghampiri biarawati itu dan bertanya, " Apakah km melihat seorg prajurit yg sedang melarikan diri? "

Biarawati itu menjwb, " Ya, dia lari kearah sana..".
 
Stlh kedua org tentara itu pergi, prajurit itu merangkak keluar dan berkata, " Terima kasih, engkau tlh menyelamatkanku, aku tdk ingin di kirim ke Syria"

Biarawati itu mengangguk dan berkata," Ya, aku mengerti ".

Prajurit itu berkata lagi, " Maafkan aku, tp sejujurnya Anda mempunyai sepasang kaki yg indah"

Biarawati itu tersenyum kecut dan berkata, " Kalau kau tadi melihat keatas sedikit, kau akan melihat sepasang bola... aku berpakaian spt ini juga karena tdk ingin di kirim ke Syria.
 
 
Salam,
HJK